Sultan HB X, Anggota Kehormatan Peradi


YOGYA (KMP) – Rakernas ke-3 Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) resmi dibuka di Pagelaran Kraton Yogyakarta, Senin (11/12/2017). Sri Sultan HB X yang membuka Rakernas diangkat dan dikukuhkan sebagai anggota kehormatan Peradi.

Pengkukuhan ditandai penyerahan Surat Keputusan (SK) anggota dan penyematan jaket kehormatan Peradi kepada  Raja Kraton Yogyakarta tersebut.

Menurut Ketua Umun Peradi, Dr Fauzie Yusuf Hasibuan, Sultan HB X merupakan sosok pemimpin yang menaungi semuaa golongan. Sebagai miniatur Indonesia, Yogyakarta di bawah kepemimpinan Sultan HB X dapat menjaga nilai-nilai kebangsaan dengan minimnya konflik antargolongan. 

Atas dasar itu, sangat tepat menjadikan HB X dalam keluarga Peradi, yang kini teguh menjunjung hukum probono yang berpihak pada masyarakat kecil dan miskin. "Dengan ini mengangkat Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai anggota terhormat Peradi," kata Fauzie seperti dikutip Wartahukum.id.

Setelah pengangkatan, lanjut Fauzie, Sultan HB X  kini menjadi bagian integral Peradi. Ia juga berharap pemikiran Sultan HB X bisa menjadi masukan dalam menyusun program-program kerja Peradi dalam rakernas ke-3 ini. Terutama, program kerja berkaitan dengan persoalan kebangsaan dan pengentasan kemiskinan.

Mengingat, jumlah warga miskin Indonesia saat ini menyentuh angka 27 juta lebih. Peradi, ingin ambil bagian dengan mengadvokasi masyarakat miskin agar lebih cepat terentaskan dari kemiskinan.

Peradi yang kini memiliki 45 ribu advokat dari 102 dewan pimpinan cabang dan 52 pusat bantuan hukum (PBH), siap memberikan bantuan hukum secara probono mengikuti jabatan profesional sebagai penegak hukum. Mereka akan menerima bantuan hukum secara cuma-cuma, dari setiap advokat yang tergabung dalam Peradi.

Sri Sultan HB X dalam sambutannya mengapresiasi keputusan advokat Peradi yang berani menyatakan mundur sebagai kuasa hukum tersangka korupsi e-KTP. Ia menilai advokat Peradi telah bisa menggunakan asas moral kemanusian dalam penegakan hukum di Indonesia.

"Kepada siapa ini saya tujukan, tak perlu dijelaskan lagi," kata HB X disambut dengan tepuk tangan dari ratusan advokat yang hadir.

Sebagai organ negara yang memiliki peran cukup penting dalam sistem peradilan di Indonesia, Sultan HB X menegaskan advokat harus anti korupsi, anti kemiskinan dan keterbelakangan. Maka dari itu, Peradi diminta untuk bisa mengenali karakter, agar bisa turut andil dalam penegakan keadilan di Indonesia.

Ketua Dewan Pembina DPN Peradi, Prof Dr Otto Hasibuan, mengaku sempat terkejut saat disalami Raja Keraton Yogya sebanyak dua kali sebelum rakernas dimulai. "Waktu Sultan masuk ke Pagelaran saya salaman. Terus nggak lama disalami lagi. Ternyata salaman yang kedua dibarengi ucapan selamat tentang pengunduran diri saya," jelasnya sambing tertawa.

Dia mengungkapkan sejumlah pesan kontroversial dia terima saat memutuskan mejadi Ketua DPR yang tengah berurusan dengan KPK. Namun saat dirinya menyatakan pengunduran diri dari kuasa hukum Setnov, diakui banyak yang memberikan pujian.

"Saya tidak bisa bicara detai sebab pengunduran. Bila berkaitan dengan rasa keadilan menjadi sebuah kebanggan tersendiri," jelasnya. KMP2

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sultan HB X, Anggota Kehormatan Peradi"

Posting Komentar