Tragis, Sering Terima KDRT Endah Masih Dilaporkan ke Polisi


YOGYA (KMP) – Sungguh tragis nasib yang dialami Endah Asmarawati warga Nyemplak, Sleman. Ibu dua anak ini harus meringkuk di balik jeruji besi karena menggunakan uang untuk membiayai keperluan sekolah anak. Ironis, ia dilaporkan oleh suaminya sendiri Dio Ahmad Zaenudin (DAZ).

DAZ melaporkan Endah ke Polsek Mlati dengan tuduhan melakukan penggelapan uang sebesar Rp100 juta. Padahal uang itu digunakan untuk keperluan dua anak mereka yang selama ini tidak dicukupi suami. Endah ditahan sejak awal November lalu.

Kuasa hukum Endah, Suraji Noto Suwarno SH MH mengatakan, kasus yang menimpa kliennya tidak terjadi serta merta. Awalnya,yang kini berstatus tersangka, kerap mendapatkan kekerasan dari suami. Bahkan, keduan anak mereka, kerap menyaksikan sang ibu mendapat perlakukan tidak layak dari sang ayah.

"Pelapor juga tidak bertanggungjawab kepada istri dan kedua anaknya," jelas Suraji dalam keterangannya kepada media, Senin (18/12/2017).

Menurutnya, penggunaan uang yang dituduhkan kepada istri, merupakan imbas dari sikap suami yang tidak bertanggungjawab. Ketika itu, terlapor menggunakan uang hasil investasi di sebuah koperasi sebesar Rp100 juta untuk biaya sekolah kedua anaknya dan kehidupan sehari-hari.

"Uang yang diinvestasikan Rp300 juta dengan sertifikat atas nama klien kami. Dari jumlah itu, Rp200 juta diserahkan kembali kepada suami dan Rp100 juta digunakan oleh istri untuk keperluan anak-anak dan kebutuhan sehari-hari," terangnya.

Tidak terima uang itu digunakan, DAZ melaporkan istrinya ke Polsek Mlati. Endah dijerat dengan pasal 376 tentang penggelapan. Suraji menyebut, penyidik terlalu berani menerapkan pasal ini karena unsurnya tidak masuk. Mengingatk pelapor dan terlapor masih berstatus suami istri.

Sesuai pasal 367 KUHP dijelaskan istri tidak bisa dimasukan dalam kategori penggelapan keluarga. Bahkan dalam Pasal 35 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, disebutkan bahwa harta yang didapatkan suami atau istri yang terikat dalam perkawinan adalah harta bersama.

"Oleh karenanya kami meminta kepada penyidik untuk menangguhkan penahanan klien kami," jelasnya.

Terpisah, Kapolsek Mlati, Kompol Yugi Bayu Hendarto mengatakan, akan melihat perkembangan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Reskrim terhadap kasus tersebut. "Kami akan mengkaji kembali kasus ini,” ungkapnya. KMP2

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tragis, Sering Terima KDRT Endah Masih Dilaporkan ke Polisi"

Posting Komentar