UGM Resmikan Laboratorium Pascapanen Peternakan


SLEMAN (KMP) - Industri peternakan, khususnya perunggasan, kini menempati posisi strategis dalam kerangka pembangunan sosial-ekonomi masyarakat Indonesia. Perkembangan di industri peternakan itu mengindikasikan kesadaran baru tidak hanya teknis budidaya, tapi juga tahapan pascapanen.

"Untuk itu diresmikanlah laboratorium pascapanen peternakan ini. Laboratorium pengolahan dan rumah potong ayam ini merupakan hasil kerjasama antara Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, PIAT UGM, Pemerintah Kabupaten Sleman dan PT Ciomas Adisatwa. Laboratorium ini diharapkan bukan hanya menjadi wahana UGM pengembangan riset dan pembelajaran, namun juga merupakan komitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam merealisasikan program ketahanan dan keamanan pangan," ujar Rektor UGM Prof Panut Mulyono MEng DEng, Senin (18/12/2017).

Dikatakan Panut saat peresmian di lokasi laboratorium yang berada di Desa Madurejo, Prambanan, Sleman, perguruan tinggi harus mampu meningkatkan kemampuan daya saing dengan menghasilkan kualitas lulusan yang mampu menangkap peluang, menganalisis risiko secara jitu dan keberanian untuk selalu bangkit ketika menghadapi kegagalan. Oleh karena itu, mahasiswa UGM didorong memiliki semangat socio-entrepreneurship agar mampu mengikuti kecepatan perubahan perkembangan di dunia industri.

"UGM saat ini tengah mengembangkan konsep Teaching Industry di lingkungan kampus. Salah satu yang dilakukan adalah merintis pembangunan techno park di Agro Science Techno Park-PIAT UGM dengan hadirnya laboratorium pengolahan pascapanen dan rumah potong ayam yang merupakan hasil kerjasama dengan industri," imbuhnya.

Panut menjelaskan, pengembangan kampus berbasis pabrik tersebut diharapkan sebagai tempat pembelajaran bagi mahasiswa dan peneliti, sehingga terbentuk desain pembelajaran berbasis kompetensi yang melahirkan lulusan berkualitas. Dengan demikian, mahasiswa bisa mengikuti program ikut magang di tempat itu dan mengetahui secara langsung proses pengolahan pascapanen industri peternakan.

"Mahasiswa bisa melihat langsung dan menerapkan ilmunya, sehingga ketika lulus sudah siap dan mampu bersaing. Hasil penelitian para dosen juga bisa langsung diaplikasikan sehingga penguatan kemanfaatan penelitian secara lebih luas bisa terlaksana," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, keberadaan laboratorium pascapanen peternakan UGM tersebut mampu meningkatkan derajat ilmiah mahasiswa. Menjadi tempat praktik tak hanya peternakan, tapi juga kedokteran hewan dan agribisnis, mahasiswa diharapkan bisa semakin bisa berinovasi, bisa memberikan nilai tambah pula bagi peternak dan bisa menstabilkan harga.

"Dan ini juga kolaborasi dengan industri, sehingga mahasiswa bisa langsung memahami kondisi industri. Harapannya, disparitas keilmuan di universitas dengan kebutuhan sebenarnya di industri bisa menyempit, sehingga lulusan menjadi siap pakai. Bagi alumni pun diharapkan bisa jadi wirausahawan agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan," imbuhnya.

Laboratorium pengolahan pascapanen daging ayam ini sendiri menempati area seluas 14.527 meter persegi yang berada di kawasan Agro Science Techno Park Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM di desa Madurejo, Prambanan, Sleman. Pabrik ini memiliki storage 200 ton dengan kapasitas produksi 28.000 ekor perhari atau 2.000 ekor perjam. Pembangunan laboratorium pascapanen industri peternakan ini pun menelan dana Rp35miliar. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "UGM Resmikan Laboratorium Pascapanen Peternakan"

Posting Komentar