Ibu Jadi Pesakitan, Anak Gelar Aksi Simpatik


SLEMAN (KMP) – Siapa pun pasti tak ingin menyaksikan orang tuanya menjadi pesakitan di pengadilan. Seperti itu pula yang diinginkan Azkia Zahra Nabilla, 11, dan Azkia Dias Sayyidah, 10, putri pasangan DAZ dan Endah Asmarawati.

Keduanya menyuarakan isi hati dengan menggelar aksi simpatik saat sidang perdana ibunya yang menjadi pesakitan di PN Sleman, Selasa (30/1/2018). Endah menjadi terdakwa dugaan penggelapan uang suaminya sendiri, DAZ, yang juga pelapor. “Saya kangen ibu, saya ingin ibu cepat keluar,” ucap Azkia.

Putri sulung pasangan DAZ dan Endah yang duduk di bangku SMP itu membentangkan poster bertuliskan, “Bebaskan Ibu Kami, Ibu Kami Tidak Bersalah”. Sembari menangis, Azkia pun menuturkan, jika sang ayah DAZ, tak pernah memperhatikan anak-anaknya. “Tidak pernah menelepon, dan tidak pernah memberi uang jajan, semuanya dari ibu,” jawabnya polos kepada media.

Endah dituduh menggelapkan uang suaminya sendiri, padahal mereka berdua masih terikat perkawinan yang sah sebagai suami istri. Menurut Tris Pratikno SH, salah satu kuasa hukum terdakwa, pelapor DAZ menuduh istrinya menggelapkan uang deposito yang diinvestasikan ke koperasi tempat di mana istrinya bekerja.

Padahal, kata dia, terdakwa menggunakan bunga deposito itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama biaya sekolah anak. “Bertahun-tahun, pelapor tidak pernah memberikan nafkah dengan layak kepada keluarganya. Klien ini didakwa dengan penggelapan dalam keluarga, padahal dalam keluarga tidak ada istilah penggelapan harta suami atau istri,” ungkapnya.


Uang yang diinvestasikan DAZ sebesar Rp200 juta. Sebagian dari uang tersebut dicairkan terdakwa untuk menghidupi dirinya dan kedua putri yang kini duduk di bangku SMP dan SD. “Seharusnya secara hukum ini tidak bisa dituntut, apalagi sang suami juga tidak memberikan nafkah kepada keluarga,” kata dia pada persidangan perdana ditunda hingga Kamis besok.

Sementara Heri Agung Wibowo, adik terdakwa mengatakan, tidak hanya menelantarkan keluarga, sebagai seorang suami, DAZ, juga sering melakukan kekerasan terhadap istrinya. “Kami dari keluarga sering melihat kakak kami menangis, kemudian ada biru lebam bekas pukulan. Kejadian itu berulang-ulang terjadi,” kata Heri.

Ia menjelaskan, DAZ tidak pernah memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya. “Sebagai suami dan bapak, dia tidak pernah memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya. Dia tidak mau mengerti sekolah anak bagaimana, anak harus tinggal sama siapa, si Bapak sama sekali nggak peduli,” tuturnya.
Askia Zahra dan Azkia Dias Sayyidah saat ini tinggal di rumah orang tua terdakwa. Seluruh biaya hidup, termasuk uang sekolah ditanggung oleh keluarga besar terdakwa.

Suraji Noto Suwarno SH, salah satu penasehat hukum terdakwa menambahkan, pihaknya akan menghormati proses hukum yang berlangsung. Namun, Suraji kembali menegaskan, secara hukum acara, kasus tersebut sejatinya tidak dapat disidangkan.

“Kalau mengacu pada pasal 376 yang acuannya pasal 367 ayat 1 dan ayat 2, ini sebenarnya tidak bisa. Tapi faktanya, klien kami disidangkan sebagai terdakwa, dan bagi kami ini terlalu dipaksakan,” tambahnya. KMP2

                 



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ibu Jadi Pesakitan, Anak Gelar Aksi Simpatik"

Posting Komentar