Jelang SNMPTN, 5 PTN di DIY Akui Tak Blacklist Sekolah Manapun


SLEMAN (KMP) - Awal proses pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) 2018 telah dimulai. Lima PTN di DIY mengaku tetap akan melakukan seleksi adil dan tidak sedang mem-blacklist sekolah manapun.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan SNMPTN 2018 akan adil. Meski tiap PTN punya formula sendiri dalam menilai, namun kami yakin memberikan kesempatan yang sama bagi siswa SMA, SMK maupun MA. Sampai saat inipun tidak ada sekolah yang kena blacklist. UNY sendiri lebih mengedepankan proses pembinaan jika ada sekolah yang melakukan kesalahan," ujar Wakil Rektor I UNY Prof Dr Margana, Selasa (16/01/2018).

Kepada wartawan usai pelaksanaan sosialisasi SNMPTN 2018 kepada 425 kepala sekolah SMA, SMK, MA se-DIY di Auditorium UNY, Margana menuturkan, UNY mengalami sedikit perubahan pada prosentase penerimaan mahasiswa baru (PMB). Tahun 2018 ini, total kuota PMB UNY 4.690 mahasiswa yang akan diikutkan pada SNMPTN, SBMPTN dan Seleksi Mandiri. Prosentase kuota untuk tiap seleksi ialah 35% atau 1.647 orang untuk masing-masing SNMPTN dan SBMPTN, serta 30% untuk Seleksi Mandiri.

"Kami memiliki 56 program studi di 7 fakultas yang akan mengikuti proses PMB tahun ini. Prodi favorit setiap tahunnya di UNY biasanya Manajemen, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, Pendidikan TI dan PGSD. Selain itu, masih ada kuota 580 untuk program studi D3 kami," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM Dr Sri Peni Wastutiningsih menegaskan, persoalan biaya kuliah tidak akan mempengaruhi proses seleksi SNMPTN. Seperti sebelum-sebelumnya, nilai raport siswa menjadi penilaian utama, ditambah nilai dari faktor pendukung lainnya seperti akreditasi sekolah, track record sekolah dan para alumninya.

"Di UGM sendiri kami bahkan punya tim khusus yang bertugas menghitung nilai-nilai akademik pendaftar. Saya sendiri tidak tahu menahu bagaimana prosesnya. Ini untuk menjaga kredibilitas. Termasuk soal biaya kuliah tidak berpengaruh. Penetapan UKT akan dibahas setelah peserta dinyatakan lolos selekai," imbuhnya.

UGM sendiri tahun ini membuka kuota 7.099 mahasiswa untuk 67 prodi di 17 fakultas. Prosentase pembagian kuota ialah 30% atau 2.130 mahasiswa masing-masing untuk SNMPTN dan Seleksi Mandiri, serta 40% atau 2.840 orang untuk SBMPTN.

Kepala Admisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Ridwan pun melaporkan, UIN hanya akan mengikutkan 17 prodi di 5 fakultas pada SNMPTN, SBMPTN dan Seleksi Mandiri. Total kuota untuk ketiga tahap seleksi tersebut hanya 391 mahasiswa dari total 3.494. Pembagian prosentase kuota di UIN ialah 30% untuk masing-masing SNMPTN dan Seleksi Mandiri, 40% bagi SBMPTN. "Karena sebagian besar prodi kami keagamaan, maka akan diikutsertakan SPAN-PTKIN," imbuhnya.

Untuk UPN Veteran Yogyakarta, Wakil Rektor I UPNVY Dr Irhas Effendi mengungkapkan, total kuota mahasiswa baru mereka ada 2.770 pada 20 prodi di 5 fakultas. Kuota tersebut dibagi menjadi 30% untuk masing-masing SNMPTN dan Seleksi Mandiri serta 40% SBMPTN.

Sedangkan Wakil Rektor I ISI Yogyakarta I Wayan Desna menuturkan, baru tahun ini ISI mengikuti tahap SNMPTN, tahun sebelumnya hanya mengikuti tahap SBMPTN. Tahun ini ISI membuka kuota 1.222 dan 166 atau 30% diantaranya akan diikutkan SNMPTN. Sisanya yakni 40% ikut SBMPTN dan 30% lainnya untuk Seleksi Mandiri.

Jadwal pelaksanaan SNMPTN 2018 dimulai dengan pengisian dan verifikasi PDSS pada 13 Januari-10 Februari, lalu pendaftaran pada 21 Februari-6 Maret. Pengumuman hasil seleksi dilakukan 17 April 2018. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jelang SNMPTN, 5 PTN di DIY Akui Tak Blacklist Sekolah Manapun"

Posting Komentar