JIhad Ekonomi Jadi Target PP Aisyiyah


YOGYA (KMP) - Pengurus Pusat (PP) Aisyiyah menganggap Indonesia masih mengalami berbagai persoalan ekonomi yang berbuntut persoalan lain seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, maupun gizi buruk. Untuk itu, sebagai sebuah persyarikatan perempuan, Aisyiyah bertekad mewujudkan target gerakan jihad ekonomi demi kesejahteraan masyarakat.

"Negeri ini memang sudah merdeka 72 tahun, tapi persoalan bangsa utamanya ekonomi masih saja menghantui. Dan kami lihat perempuan dan anak-anak menjadi kelompok masyarakat yang paling merasakan dampak masalah perekonomian ini. Untuk itu kami bertekad melakukan jihad ekonomi," ujar Ketua Umum PP Aisyiyah Dra Siti Noordjannah Djohantini MM MSi, Selasa (16/01/2018).

Ditemui di kantor PP Aisyiyah, Noordjannah menuturkan, Aisyiyah akan berupaya melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, utamanya kaum perempuan. Menurutnya, perlu upaya yang lebih masif untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Dan jihad ekonomi akan menjadi tonggak gerakan pengentasan kemiskinan yang sampai saat ini masih menjadi persoalan bangsa.

"Menurut data BPS pada Maret 2017, masih ada 27,7juta jiwa penduduk Indonesia dalam kategori miskin. Itu bukan jumlah yang sedikit dan mereka semua perlu dientaskan dari kemiskinan," tandasnya.

Karena itulah pada pelaksanaan Tanwir I, di Universitas Muhammadiyah Surabaya, 19-21 Januari 2018, Aisyiyah akan mengangkat tema "Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Pilar Kemakmuran Bangsa". Dikatakan Noodjannah, tema itu menjadi penting karena selama ini Aisyiyah telah mengikhtiarkan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan melalui komunitas maupun secara kelembagaan.

"Perempuan memiliki potensi dan kemampuan luar biasa menurut saya. Saya melihat perempuan dengan cara arif dan pintar selalu bisa mengelola uang. Tanpa menafikkan peran laki-laki, jika perempuan memiliki otoritas ekonomi maka dampaknya pasti positif tidak hanya bagi dirinya sendiri tapi juga bagi orang lain," paparnya.


Pada pleno Tanwir di Surabaya nanti, Aisyiyah akan mengundang sejumlah tokoh dan pejabat sebagai narasumber. Antara lain Menteri BUMN Rini M Soemarno, Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Pembukaan Tanwir akan dilakukan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla sekaligus akan memberikan pengarahan. Pleno Tanwir juga mengundang tokoh dan pakar perempuan, seperti Prof Dr Siti Zuhro, Chusnul Mar’iyah PhD, serta Walikota Surabaya Tri Rismaharini. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "JIhad Ekonomi Jadi Target PP Aisyiyah"

Posting Komentar