Penyelenggaraan PPG Berkualitas Jadi PR Bagi LPTK



YOGYA (KMP) - Kebutuhan Indonesia akan guru berkualitas makin hari makin besar. Karenanya, menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam hal penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang berkualitas pula.

"Kenyataannya, saat ini LPTK di Indonesia menghasilkan sekitar 300.000 guru tiap tahunnya. Kondisi ini sudah over suplay dibanding kebutuhan guru yang hanya 40.000 tiap tahunnya. Hal ini makin diperparah dengan kondisi LPTK kita yang sebagian besar belum melaksanakan standar mutu pendidikan, sehingga lulusannya pun masih banyak yang belum memenuhi syarat profesi guru," ujar Direktur Pembelajaran Ditjen Belmawa Kemenristekdikti Dr Ir Paristiyanti Nurwardani MP.

Dalam pemaparannya pada Seminar Nasional Quantum ke-25 'Penyiapan Guru Profesional melalui Pendidikan Berkemajuan' di Hotel Grand Inna, Paris menuturkan, dari 422 LPTK di Indonesia, 58% belum menerapkan standar mutu pembelajaran pendidikan bagi profesi guru, baik dalam hal sumber daya manusia maupun sarana prasarananya. Bahkan baru 68% LPTK yang benar-benar sudah menerapkan Kerangka Kompetensi Nasional Indonesia (KKNI). Padahal KKNI telah wajib diterapkan seluruh perguruan tinggi termasuk LPTK sejak 2015 lalu.

"Untuk menghasilkan guru berkualitas, PPG berkualitas menjadi solusinya. Karena setiap guru wajib memiliki kemampuan profesional/akademik, kemampuan pedagogi disertai dengan karakter kepribadian dan sosial yang tinggi. Itu semua menjadi modal bagi mereka mendidik generasi masa depan bangsa," imbuhnya.

Memaparkan tentang Kebijakan Revitalisasi LPTK dan Pendidikan Profesi Guru, Paris menambahkan, proses pembelajaran yang dihadirkan guru berkualitas pasti dapat mengajak peserta didik merasakan hidup, dapat memotivasi, bersifat interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan mengembangkan prakarsa, kreativitas serta kemandirian. Pembelajaran dengan prinsip Student Centered Learning dalam pembelajaran dilakukan agar siswa dapat meraih capaian pembelajaran secara optimal.

"Guru berperan aktif sebagai model yang baik atau menjadi teladan dalam pembelajaran dan pendidikan bagi siswa. Oleh karena itu, LPTK harus mampu menyelenggarakan PPG dengan mutu yang baik, agar lulusan PPG kelak mampu menyajikan proses pembelajaran seperti itu," tuturnya.

Beragam hal terkait kebijakan, regulasi, rekruitmen calon peserta PPG, kurikulum PPG dan PPG berbasis kebutuhan sekolah pun telah dilakukan Kemenristekdikti. Para tenaga dosen profesional, penjaminan mutu lulusan PPG pun menjadi aspek penting dalam pengelolaan PPG oleh LPTK.

Sementara itu, Seminar Nasional Quantum diadakan oleh Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UAD. Menurut Kepala Prodi Pendidikan Fisika Dian Artha Kusumaningtyas MPdSi, penyelenggaraan seminar tersebut diharapkan mampu memberi pencerahan terhadap insan pendidikan Fisika tentang PPG.

"Kami berharap informasi dan pengetahuan yang dibagikan dalam seminar ini juga dapat membantu kami untuk semakin baik mencetak guru-guru profesional sesuai kebutuhan zaman," imbuhnya. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penyelenggaraan PPG Berkualitas Jadi PR Bagi LPTK"

Posting Komentar