Serius Kembangkan Pariwisata Indonesia Juga Bentuk Bela Negara


BANTUL (KMP) - Bela negara menjadi kewajiban setiap warga negara Indonesia. Bela negara pun bisa dilakukan melalui berbagai bentuk kegiatan, termasuk mengembangkan dunia pariwisata Indonesia.

"Bentuk bela negara sekarang bermacam-macam. Dengan kita serius menekuni bidang masing-masing juga termasuk bela negara. Karena itu saya berharap seluruh mahasiswa sebagai generasi masa depan bangsa bisa belajar giat dan berkontribusi bagi bangsa dan negara lewat bidangnya masing-masing," ujar Kapolda DIY Brigjen Pol Achmad Dofiri, Rabu (17/01/2018).

Saat memberikan motivasi Bela Negara pada Pelantikan UKM Satma-Bara STIPRAM di kampus setempat, Achmad Dofiri menuturkan, perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam pembangunan nasional. Ini karena perguruan tinggi menjadi tempat mencetak sumber daya manusia yang berkualitas di berbagai bidang. Perguruan tinggi pun diharapkan mampu melahirkan hasil riset unggulan.

"Jadi apapun yang kita kerjakan lakukanlah dengan serius dan sungguh-sungguh. Apalagi perguruan tinggi juga menjadi harapan bangsa untuk menjawab tantangan masa depan. Dan saya rasa bidang pariwisata termasuk pilihan tepat untuk berkarya mengabdi pada negara karena masih banyak potensi pariwisata yang bisa dikembangkan," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Stipram Suhendroyono mengatakan, Indonesia merupakan negara pariwisata terbesar dunia. Namun kini banyak pimpinan perguruan tinggi yang tengah prihatin terhadap dunia pariwisata Indonesia.

"Kegundahan sedang melanda kami para pimpinan perguruan tinggi pariwisata. Kekhawatiran ini karena dunia pariwisata Indonesia masih kalah dengan negara tetangga soal pengembangan pariwisata. Karenanya mari bersama-sama bangun dunia pariwisata Indonesia," imbuhnya.

Ketua Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) ini pun menegaskan, pihaknya menginginkan PT pariwisata di Indonesia bisa setara dengan PT pariwisata lainnya di luar negeri. Untuk itu berbagai inovasi dan kreasi harus dilakukan untuk mencapai hal tersebut.

"Di STIPRAM sendiri, kami memadukan kurikulum dari pendidikan pariwisata standar Amerika dan standar Eropa. Kami pun terus berupaya mendorong lebih banyak lagi dosen maupun mahasiswa untuk menulis di jurnal-jurnal internasional terindeks Scopus. Walaupun sebenarnya Scopus sudah mulai ditinggalkan oleh PT di negara lain," paparnya. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Serius Kembangkan Pariwisata Indonesia Juga Bentuk Bela Negara"

Posting Komentar