Usung Keunikan Produk Yogyakarta, JIFFINA 2018 Siap Digelar


YOGYA (KMP) - Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2018 siap digelar pada 10-13 Maret mendatang di Jogja Expo Center. Pameran internasional yang digelar untuk ketiga kalinya itu akan mengusung keunikan dan orisinalitas produk mebel dan kerajinan Yogyakarta.

"Pada gelaran kali ini kami mengusung tema Indonesia Original Unique Furniture and Craft Product. Alasannya, karena produk yang kami tawarkan jelas memiliki keunikan yang bahkan tidak akan ditemui para buyer di pameran-pameran serupa di negara lain," ujar Direktur JIFFINA 2018 Endro Wardoyo, Rabu (24/01/2017) di Hotel Neo Malioboro.

Endro menuturkan, gelaran tersebut setiap tahunnya mengikuti jadwal siklus pameran mebel dan kerajinan se-Asia Tenggara. Hal itu dilakukan agar para buyer, utamanya yang dari luar negeri memiliki waktu dan kesempatan menghadiri JIFFINA di Yogyakarta. Tahun ini, pameran mebel dan kerajinan se Asia Tenggara akan dimulai oleh Vietnam pada 7 Maret 2018.

"Pemilihan tanggal penyelenggaraan juga selalu ditepatkan dengan perkiraan masa bergeraknya para buyer dunia. Karena target tahun ini JIFFINA kami perkirakan akan dikunjungi oleh buyer dari lebih dari 50 negara. Target buyer sendiri 1.500 dari luar negeri dan 2.500 buyer domestik. Target ini meningkat dari JIFFINA 2017 yang didatangi 778 buyer luar negeri dari 48 negara dan 2.012 buyer domestik," paparnya.

Terkait tren mebel dan kerajinan dunia, dari gelaran JIFFINA dua kali sebelumnya, produk recycle masih menjadi yang paling diminati buyer. Untuk bahan sendiri, kayu masih menjuarai. Sementara, untuk target transaksi pada JIFFINA 2018 ialah Rp100miliar. Angka tersebut tidak terlalu muluk karena pada JIFFINA 2017, angka transaksi mencapai Rp78miliar.

Diungkapkan Endro, JIFFINA 2018 pun akan digelar lebih besar. Dari sisi luasan ruang pamer, tahun ini bisa mencapai 5.200 meterpersegi yang akan diisi sekitar 290 peserta pameran. Tahun sebelumnya ruang pamer hanya 3.000 meterpersegi. Selain memberikan waktu dan tempat untuk melakukan transaksi jual-beli, panitia juga akan mempersiapkan kendaraan yang dapat digunakan para buyer untuk melakukan visit factory.

"Lokasi pabrik atau pengrajin yang jadi peserta JIFFINA tergolong dekat. Karena itu kami menyediakan rangkaian acara visit factory ini. Kegiatan ini yang juga menjadi andalan kami karena tidak ada kegiatan seperti ini di pameran manapun di dunia. Untuk para buyer luar negeri tahun lalu, paling banyak berasal dari Jerman yakni 10%, Belanda 9%, Amerika 7%, Itali 6%, serta Inggris, Belgia, India dan Australia masing-masing 5%," katanya.

Buyer yang ingin mengikuti JIFFINA 2018 dipersilahkan melakukan registrasi online hingga satu bulan ke depan. Untuk mendongkrak jumlah buyer luar negeri, kepanitiaan JIFFINA 2018 melakukan serangkaian promosi, termasuk mendatangi berbagai pameran mebel dan kerajinan di negara-negara potensial. 

Sebagai service tambahan, panitia JIFFINA 2018 pun akan menggelar tour buyers gratis saat pameran berlangsung. Tour tersebut akan mengunjungi Candi Prambanan atau Borobudur, tergantung pilihan para buyer.

Ditambahkan Ketua Divisi Promosi JIFFINA 2018 Rumekso Setiadi, JIFFINA 2018 akan didominasi oleh produk-produk dengan ciri khas tertentu yang mayoritas tidak bisa diproduksi oleh multi factory. Namun, peserta JIFFINA tidak hanya UKM saja, tapi juga perusahaan menengah yang kebanyakan dari Yogyakarta sendiri.

"Pameran seperti ini juga menjadi ajang kami untuk mengupayakan penibgkatan kualitas maupun kuantitas produk mebel dan kerajinan yang akan keluar Yogyakarta, termasuk untuk ekspor. Semoga pameran ini bisa lebih menggerakkan perekonomian Yogyakarta dan mendapat dukungan lebih dari pemerintah daerah," imbuhnya. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Usung Keunikan Produk Yogyakarta, JIFFINA 2018 Siap Digelar"

Posting Komentar