Wali Kota: Forpi Harus Bebas Intervensi


YOGYA (KMP) – Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, melantik koordinator dan anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta yang baru, Rabu (17/1/2018). Wali Kota meminta agar Forpi terbebas dari intervensi agar bisa menegakkan integritas.

Haryadi, seperti dilansir Wartahukum, mengungkapkan bahwa Forpi mempunyai tugas menyusun kode etik yang menjadi dasar tugas pengawasan terhadap pelaksanaan pakta integritas, menyusun dan melaksanakan program pengawasan pelaksanaan Pakta Integritas, dan membantu program pencegahan korupsi di lingkungan Pemkot Yogyakarta.

Kemudian menyampaikan laporan hasil tugas kepada Wali Kota Yogyakarta. Lebih dari itu, lanjutnya, keberadaan Forpi diharapkan mampu menjembatani harapan masyarakat akan sebuah pelayanan publik dengan kemampuan pemerintah dalam menjawab ekspektasi tersebut.

“Berbeda sudut pandang terhadap suatu masalah antara pemerintah dan masyarakat tentu saja hal yang wajar. Untuk itu, kami menghimbau kepada anggota FORPI untuk bebas dari Intervensi pihak manapun sehingga Integritas dapat ditegakkan,” katanya, Rabu.

Forpi yang baru memiliki komposisi yang sedikit berbeda. Hanya dua orang saja dari anggota lama yang masih bertahan yakni Harry Cahya Supriyanto sebagai koordinator dan Baharuddin Kamba sebagai anggota. Sedangkan dua anggota lainnya adalah nama baru, yakni Rita Lismiati dan Wahyu Wijayanta.

Selain Forpi, Wali Kota juga melantik empat tenaga ahli, terdiri dari Ashad Kusuma Djaya (tenaga ahli bidang kemasyarakatan dan keseharan), Trisno Raharjo (bidang hukum dan pengawasan internal), Onny Febriananto (bidang kerjasama dan kota cerdas), dan Djoko Tjatur Sugihartomo (bidang perekonomian daerah dan industri).

Haryadi berharap tenaga ahli dapat membantu kelancaran tugas Wali Kota di luar tugas dan fungsi OPD, dan membantu perumusan kebijakan Wali Kota dalam bidang-bidang tertentu sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, sehingga menghasilkan kebijakan yang populis dan humanis.

Sebab, lanjut Haryadi, dinamika masyarakat saat ini menginginkan perubahan yang begitu cepat. Di sisi lain terdapat proses dalam birokrasi yang terkadang kurang dipahami oleh masyarakat.

“Maka dari itu kepada tenaga ahli kami mohon masukan, saran, dan pertimbangan sehingga setiap permasalahan dapat diterjemahkan dengan bahasa yang mampu dipahami masyarakat dengan kacamata sederhana,” katanya. KMP2 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wali Kota: Forpi Harus Bebas Intervensi"

Posting Komentar