Kota Yogya-Australia Intensifkan Kerjasama Pembangunan Sanitasi


YOGYA (KMP) - Kerjasama Pemerintah Yogyakarta dengan Australia untuk mengatasi sanitasi di Kota Yogyakarta akan terus dikembangkan. Keduanya sepakat mengintensifkan kerjasama tersebut dengan melakukan pembangunan kembali sambungan rumah dan saluran pembawa.

“Pemerintah Kota Yogyakarta akan terus melakukan upaya untuk mengatasi masalah sanitasi di Kota Yogyakarta. Dan bantuan hibah Pemerintah Australia ini menjadi sangat berarti,” ucap Wakil Walikota Heroe Poerwadi saat melakukan audiensi dengan tim Sanitasi-Australia Indonesia Infrastructure Grants for Sanitation (sAIIG) di Balai Kota, Jumat lalu.

Heroe menyebut sejak tahun 2013 masalah sanitasi di Kota Yogyakarta semakin berkurang, hal tersebut tidak lepas dari hasil kerjasama Pemerintah Kota Yogyakarta dengan Pemerintah Australia melalui program sAIIG.

Pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman tengah menyiapkan pembangunan sambungan rumah dan saluran pembawa. “Di Suryodiningratan kami siapkan anggaran sekitar Rp450 juta dan di Sorosutan dengan alokasi anggaran sekitar Rp2,47 miliar,” jelas Heroe.

Di Kota Yogyakarta, lanjut dia, baru ada 16.170 sambungan rumah yang terbangun, dari total 92.965 unit rumah yang ada di wilayah tersebut. Heroe berharap kerjasama ini akan terus menghasilkan manfaat yang berarti bagi warga Yogyakarta. Ia juga berharap kerjasama ini tidak hanya fokus pada pembangunan saluran rumah saja, namun juga pada pengelolaan sampah.

Kepala Seksi Limbah Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Endro Susilo menjelaskan, selain membangun saluran air Pemkot juga melakukan pembangunan instalasi pengolahan air limbah komunal skala rumah tangga sebagai salah satu upaya mengurangi pencemaran sungai.

“Upaya pemenuhan 100 persen sanitasi di Kota Yogyakarta terus diintensifkan, salah satunya dengen program jambanisasi yang akan didukung dengan pembangunan "septic tank" komunal,” ungkapnya.
Pada tahun ini, Pemerintah Kota Yogyakarta akan menyalurkan bantuan sebanyak 85 jamban ke warga yang terdiri dari 45 jamban bantuan dari Pemerintah DIY dan 40 jamban dari Pemerintah Kota Yogyakarta.

Pada tahun anggaran 2018, DPUPKP Kota Yogyakarta merencanakan pembangunan tujuh "septic tank" komunal di antaranya berada di Kecamatan Umbulharjo dan Gondomanan.

Sebelumnya Tim Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT) melakukan review program hibah Australia-Indonesia Infrastructure Grants for Sanitation (sAIIG) yang diberikan pada Pemkot Yogyakarta.

Bambang Tata Samiadji perwakilan tim dari KIAT mengatakan review tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkait perkembangan dalam pelaksanaan, kemanfaatan, efektivitas bantuan hibah AIIG. Kunjungan dilakukan dibeberapa kota di Indonesia. KMP2/*


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kota Yogya-Australia Intensifkan Kerjasama Pembangunan Sanitasi"

Posting Komentar