Proses Hukum Dihentikan, Kubu EA Siapkan Gugatan Perdata


SLEMAN (KMP) – Proses hukum terhadap terdakwa penggelapan dalam rumah tangga, EA, akhirnya dihentikan. Majelis Hakim PN Sleman yang dipimpin Aries Soleh Efendi SH, Senin (5/2/2018) memutus menghentikan proses hukum setelah adanya pencabutan gugatan yang dilakukan terlapor.

Putusan majelis hakim kontan mendaapat protes dari terdakwa dan keluarga besarnya yang menginginkan agar proses hukum terus berlanjut. Terlebih, terdakwa telah mendekam di dalam tahanan selama 90 hari.

“Kami tidak terima. Kemarin kami minta dihentikan tapi tidak diterima, sekarang tiba-tiba dihentikan begitu saja. Kami  ingin perkara ini dilanjutkan,” ucap Endah.

Senada diungkapkan Ida Ariana, ibu terdakwa. Ia mengaku kecewa proses hukum yang menimpa putrinya dihentikan. Keluarga besar, kata dia, ingin proses hukum dilanjutkan agar ada kejelasan siapa yang salah dan siapa yang benar.

“Selama ini, anak-anak bersama keluarga besar kami. Selain tidak bertanggung jawab, pelapor juga tidak sopan. Kami ingin kasus ini dilanjutkan,” katanya.

Kuasa Hukum Terdakwa, Suraji Noto Suwarno SH mengatakan, putusan majelis hakim menjadi tanda tanya besar. Sebab, dalam fakta persidangan terungkap bahwa gugatan telah dicabut pada tanggal 29 Agustus 2017. Padahal, gugatan dilakukan pada tanggal 26 Agustus, tiga hari sebelumnya.

“Artinya gugatan sudah dicabut tiga hari setelah aduan itu dibuat, tapi penyidik tetap melanjutkan proses hukum. Kami akan melihat apakah sudah sesuai prosedur atau tidak,” katanya.

Suraji mengungkapkan ada kesimpang siuran terkait pencabutan gugatan. Di mana pencabutan dilakukan tanggal 31 Januari 2018, namun dalam persidangan diungkap sudah ada pencabutan gugatan pada 29 Agustus tahun lalu. “Kami akan menunggu dulu salinan putusannya,” katanya.

Ia menambahkan, akibat persoalan ini, anak-anak terdakwa mengalami trauma. Karena itu, pihaknya tengah menyiapkan upaya hukum terdata setelah mempelajari salinan putusan. “Kami juga akan lihat yurisprudensi restorative justice 1600 2009 terkait dengan pencabutan gugatan ini,” pungkasnya.

Kasus bermula saat pelapor, DAZ, yang tak lain suami EA menginvestasikan uang dalam bentuk deposito di tempat istrinya bekerja sebesar Rp200 juta. EA kemudian mencairkan bunga deposito itu untuk menghidupi anak-anaknya karena DAZ tidak memberikan nafkah.

Tidak terima, DAZ kemudian mengadukan EA dengan tuduhan melakukan telah melakukan penggelapan. EA dijerat pasal 376 dan mendekam di balik jeruji besi selama 90 hari. KMP2


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Proses Hukum Dihentikan, Kubu EA Siapkan Gugatan Perdata"

Posting Komentar