Salut, Warga Potrowangsan Antusias Ikuti Grebeg Sampah


SLEMAN (KMP) – Ratusan warga Padukuhan Potrowangsan, Sidoarum, Godean, Sleman antusias mengikuti grebek sampah yang menandai dimulainya Bank Sampah ‘Murakapi’ di Padukuhan tersebut, Minggu (11/2/2018). Bank Sampah ini menjadi yang ke-4 di Desa Sidoarum.

Grebek Sampah dilakukan di depan rumah Dukuh Potrowangsan. Warga mulai pukul 08.00 WIB, berdatangan dengan membawa sampah yang dihasilkan di rumah. Warga umumnya masih datang dengan sampah yang tercampur. Bahkan tak sedikit warga yang datang membawa sampah yang tidaak memiliki nilai ekonomi.

Sampah-sampah itu kemudian dipilah oleh bagian pemilaahan dari Bank Sampah dan ditimbang untuk ditentukan nilainya. Sampah yang dihasilkan dari Grebek Sampah langsung diambil pengepul, siang harinya.

“Untuk pertama ini, hasil penjualan sampah tidak diberikan kepada warga karena disepakati untuk modal awal bank sampah. Tapi seterusnya akan dimasukkan dalam buku tabungan warga,” ucap Sukiman (Ragiel), Ketua LPMD Padukuhan Potrowangsan.


Menurut Sukiman, gagasan mendirikan Bank Sampah Murakapi didasari keinginan untuk memperbaiki kondisi lingkungan. Selama ini, warga tak jarang harus mengeluarkan dana hingga Rp25 ribu untuk membayar uang sampah. Padahal, sampah yang dihasilkan bernilai ekonomi.

“Dengan Bank Sampah ini kita ubah, yang tadinya bayar jadi menghasilkan uang. Nantinya Bank Sampah ini akan menopang sampaah dari rumah warga. Tapi sementara hanya untuk tiga kategori, yaitu plastik, besi dan logam, serta kertas,” terangnya.

Sukiman yang juga anggota Kodim 0734/Yogyakarta ini menjelaskan, hasil penjualan sampah tidak langsung diserahkan kepada warga. Sebaliknya, warga akan mendapatkan buku tabungan yang nantinya akan dibuka sesuai kesepakatan. Meski begitu, saldo tabungan warga akan diumumkan secara rutin dalam setiap perkumpulan warga.


“Itu bagian dari strategi untuk mendorong warga lain agar mau ikut berpartisipasi. Kita sudaah punya 35 petugas khusus untuk mengelola Bank Sampah. Jadi nanti kalau ada warga yang malu atau sungkan setor sampah, kita bisa jemput bola,” jelasnya.

Bank Sampah Murakapi mengkover warga di 3 RW, mulai RW 19 (Kramat Kidul), RW 20 (Potrowangsan), dan RW 20 (Jengkelingan). “Ke depan dari Bank Sampah ini akan dikembangan menjadi simpan pinjam hingga warung Murakapi,” tambah Prayit Nuryanto, Ketua Bank Sampah Murakapi.

Menurut Prayit, Bank Sampah akan mengambil lokasi di tanah miliknya seluas 400-an meter persegi. Di lokasi yang sama, sampah dari warga akan diolah dan dikembangkan termasuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Nantinya, kompos hasil pengolahan sampah organik akan disalurkan untuk masyarakat sekitar.

Sementara Ganefo Sugiartono, Lurah Sidoarum mengapresiasi berdirinya Bank Sampah Murakapi. Ia mengaku siap memberikan dukungan pendanaan untuk pengembangan Bank Sampah ke-4 di Sidoarum ini. “Kami akan mendukung pendanaannya, dan kami berharap ke depan semua padukuhan punya Bank Sampah,” harapnya. KMP2
  



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Salut, Warga Potrowangsan Antusias Ikuti Grebeg Sampah"

Posting Komentar