Sejarah Jadi Strategi Terbaik bagi Pembangunan Ekonomi


BANTUL (KMP) - Sebagai sebuah peradaban, Islam pernah meraih puncak kejayaan. Kejayaan yang diraih, bahkan termasuk bidang ekonomi. Sayangnya hingga kini peradaban Islam dinilai masih saja 'tertidur', bahkan dalam waktu yang terlalu lama.

"Pernah kita tahu Amerika menjadi negara adidaya, termasuk perekonomiannya. Walaupun sekarang masih diakui, tapi sudah semakin menurun kejayaannya. Kini, China mulai merangkak naik kembali setelah sempat turun dari puncak kejayaan juga. Karena itu, kenapa peradaban Islam tidak bisa melakukannya. Dalam buku inilah saya paparkan strategi rekonstruksi Islam," ujar Suwarsono Muhammad, Sabtu (03/02/2018).

Dalam Bedah Buku Arab, Kuno dan Islam: Dari Kapitalisme Perdagangan ke Kapitatalisme Religius di Kampus 4 UAD, Suwarsono sebagai penulis buku memaparkan, sejarah menjadi hal penting bagi kita untuk menyusun strategi. Tanpa sejarah, strategi apapun tidak akan jitu. Karenanya ia percaya sejarah bisa menjadi strategi terbaik.

"Dengan tidak mengetahui dan tidak memahami sejarah, kita tidak akan bisa menghadapi masa depan. Karena itu, Islam juga harus memahami sejarahnya sendiri. Mengenai ekonomi, Islam itu pernah mengalami masa kejayaan, bahkan di masa Arab pra-Islam. Sistem kapitalisme pun ada dalam Islam, tapi bentuknya memang kapitalisme religius," paparnya.

Suwarsono menambahkan, ada tiga elemen religius dalam kapitalisme Islam, yakni proses berakumulasi harus melalui proses kerja sama, adanya keadilan dan adanya peran negara. Dan melalui bukunya itu, secara mikro ia menawarkan strategi untuk mendesain kebangkitan kembali aspek luar dari peradaban Islam, yakni ekonomi, politik, militer dan kebudayaan.

"Disadari maupun tidak, sisi luar yang material itu dapat sepenuhnya terpisahkan dengan sisi dalam peradaban, baik pandangan dunia dan ideologi. Pada umumnya, sisi dalam dinilai mempengaruhi sisi luar. Sisi dalam peradaban tetap diperhatikan dengan mengkaitkannya secara langsung dengan aspek material," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr Musa Asy'arie sebagai pembedah mengatakan, sebenarnya buku tersebut ingin melihat proses jatuh bangunnya peradaban Islam dari sudut pandang ekonomi politik. Buku tersebut menurutnya juga kaya akan referensi ilmiah dalam konteks sejarah ekonomi, politik dan peradaban.

"Tapi menurut saya masih ada yang kurang. Buku ini belum menyajikan pendalaman teks sama sekali. Dalam kajian Islam antara konteks dan teka sama pentingnya dan keduanya berhubungan secara dialektik. Buku ini akan lebih aktual jika penulisnya mengkaitkan dengan disrupsi ekonomi di era digital zaman sekarang," imbuhnya. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sejarah Jadi Strategi Terbaik bagi Pembangunan Ekonomi"

Posting Komentar