UIN SUKA Siap Jaga Pilar Bangsa


SLEMAN (KMP) - UIN Sunan Kalijaga (SUKA) sebagai institusi perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama siap berada di garda terdepan membela dan menjunjung pilar bangsa. UIN SUKA pun telah berkomitmen menjaga kesatuan dan persatuan NKRI.

Hal ini diungkapkan Rektor UIN SUKA Yogyakarta Prof Drs Yudian Wahyudi MA PhD dalam Wisuda periode II tahun akademik 2017/2018 di Gedung Prof HM Amin Abdullah UIN SUKA, Rabu (21/02/2018). Menurut Yudian, komitmen tersebut perlu terus dihembuskan di tengah masyarakat dengan banyaknya kasus kekerasaan umat beragama akhir-akhir ini.

"Untuk itu, UIN SUKA terus melakukan berbagai ikhtiar untuk menjaga empat pilar bangsa. Kami juga berupaya selalu mensosialisasikan kehidupan toleransi yang menghargai setiap perbedaan di masyarakat, serta mempromosikan Islam yang rahmatan lil'alamin," ujarnya.

Yudian mengungkapkan, melalui Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara (PSPBN), UIN SUKA pun mencoba kembali menggali nilai-nilai filosofis, historis dan sosio-antropologis Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa. Pihaknya juga melakukan kontekstualisasi nilai-nilai Pancasila agar selalu hidup dan menyinari kesadaran dan perilaku masyarakat Indonesia.

“UIN SUKA secara tegas melarang setiap aktivitas yang terkait dengan paham-paham anti Pancasila dan anti NKRI di lingkungan kampus. Semua dosen, karyawan, dan mahasiswa tidak diizinkan terlibat dalam berbagai organisasi yang memiliki dan/atau mengembangkan paham-paham anti Pancasila dan anti NKRI,” tegasnya.

Berbagai strategi juga dilakukan UIN SUKA dalam rangka mempromosikan Islam rahmatan lil alamin. Salah satunya melalui peluncuran film animasi religi oleh Pusat Stuci CISForm UIN SUKA, pada 3 Februari 2018 lalu. Film tersebut berisi pesan-pesan tentang lslam moderat yang sengaja dikemas dalam bentuk animasi yang lucu dan menghibur.

Kehadiran film ini diharapkan mampu menjadi counter-narrative yang efektif melalui penyebarannya di berbagai media sosial dan jejaring internet. Animasi dipilih karena lebih mudah diterima siapa pun terutama kalangan remaja dan pemuda yang sangat rentan terhadap propaganda radikalisme yang umumnya disebarkan melalui media,” imbuh Yudian.

Menurut Yudian, upaya memetakan potensi kerawanan radikalisme yang dapat mengancam pilar kehidupan bangsa juga telah dilakukan melalui berbagai penelitian ilmiah. Salah satunya penelitian yang dilakukan Pascasarjana UIN SUKA bekerja sama dengan Puspidep, PPIM Jakarta dan Convey Indonesia tahun 2017. Penelitian tersebut mengungkap peta literatur keIslaman yang diakses kalangan muda di 16 kota besar.

“Literatur keIslaman yang umum diakses, bercorak tahriri, salafi, tarbawi, dan Islamisme populer. Dari temuan tersebut UIN SUKA merekomendasikan pada pemerintah agar mengimbangi literatur keIslaman ideoiogis yang berbahaya dengan mendorong publikasi buku-buku lslam, termasuk yang diolah para akademisi perguruan tinggi,” katanya.

Terkait prosesi wisuda, jumlah wisudawan kali ini mencapai 707 orang dengan rincian satu orang lulusan D3, 588 lulusan S1, 112 lulus S2 dan enam orang S3. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "UIN SUKA Siap Jaga Pilar Bangsa"

Posting Komentar