Diancam dan Dianiaya, Yosafat Lapor ke Polda DIY


SLEMAN (KMP) – Hati-hati jika Anda hendak meminjam uang. Apalagi, jika peminjaman itu disertai bunga yang cukup mencekik leher. Alih-alih terbantu, Anda bisa saja dibuat susah karena harus menutup angsuraan bunga yang tidak wajar. Lebih parah lagi jika urusan itu kemudian mengancam keselamatan anda sendiri.

Yosafat, 37, warga Kadipiro, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul mengalami hal ini. Berawal dari utang piutang yang terus membesar hingga menyentuh angka Rp3,4 miliar, Yosafat harus menerima kenyataan pahit diancam dan dianiaya.

Yosafat memar di bagian wajah dan kepala setelah dipukul berkali-kali oleh Shm, 49, baik dengan buku maupun dengan tangan. Merasa terancam, Yosafat akhirnya melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (4/3/2018) malam.

Shm dilaporkan atas tuduhan melakukan penganiayaan kepada pelapor dengan Pasal 351 KUHP seperti yang disebut dalam Laporan Polisi Nomor LP/0152/III/2018/DIY/SPKT tanggal 4 Maret 2018.
Menurut Yosafat, peristiwa yang dialaminya bermula dari persoalan utang piutang. Di mana, ia meminjam uang dari Shm pada Januari 2017 sebesar Rp50 juta. Saat itu, pembayaran pokok utang beserta bunga berjalan dengan lancar.

Shm kemudian memberikan pinjaman lagi dengan nominal yang lebih besar dan bunga 1 persen per hari. Pembayaran pinjaman kedua ini pun berjalan lancar. Karena terus lancar, Shm kembali memberikan pinjaman yang jumlahnya jauh lebih besar lagi masih dengan bunga 1 persen per hari.

Di sinilah, persoalan mulai menghampiri Yosafat. Pembayaran utang tersendat sejak Desember 2017 lalu. Ia sempat menjanjikan pembayaran pada Januari, namun hingga Februari pembayaran itu meleset. Shm sendiri sempat meminta pembayaran Rp 300 juta terlebih dulu dengan catatan, sebelum uang Rp300 juta dibayarkan Yosafat harus mencicil Rp1 juta per hari.

Permintaan ini disanggupi. “Itu niat baik saya, membayar Rp1 juta perhari sebelum uang yang diminta Rp300 juta dibayarkan. Selain uang Rp1 juta saua juga sudah membayar bunga uang diminta Rp25 juta per hari dalam setahun terakhir,” ungkap Yosafat.

Pada 1 Maret 20018 lalu, ia disuruh menemui terlapor di KFC Jalan Magelang pukul 15.00 WIB. “Awalnya kita pertama ngobrol enak, saya disuruh masuk ke mobil, dia menyuruh anak buahnya berjumlah sekitar 5 orang menunggu di luar untuk jaga. Pertama dia ngomong, ini gimana, utangmu piye? Mau bayar kapan kowe? Tak pateni opo tak cemplungke penjoro,” ungkap Yosafat menirukan Shm.

Masih di dalam mobil, Shm kemudian mengambil manual book setebal 5 cm dan memukulkannya ke bagian kepala korban sebanyak lima kali. Korban sempat meminta pelaku menghentikan aksinya. “Saya juga kooperatif setiap diajak ketemu tidak pernah menolak, kenapa saya malah dihajar,? tanyanya.

Setelah peristiwa itu, pada hari Sabtu lusa, Yosafat akhirnya melakukan visum di RS Bhayangkara Polda DIY. Hasilnya, ada luka memar di bagian dalam yang dialami korban. “Luka dalam, ada memar akibat pukulan. Memang waktu itu saya merasa pusing daan mual setelah dipukul pelaku,” paparnya.

Kemudian pada Minggu malam kemarin, Yosafat melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polda DIY. ”Saya merasa terancam dan syok. Saya minta keadilan, dianiaya seperti ini saya terancam. Sekaraang saya merasa ketakutan, ” pungkasnya. KMP2

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Diancam dan Dianiaya, Yosafat Lapor ke Polda DIY"

Posting Komentar