Gaet Pengunjung, Museum TNI AD Bakal Berbasis Multimedia


YOGYA (KMP) - Paham dengan kondisi museum yang kurang diminati pengunjung, Dinas Sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) atau Disjarahad mulai melakukan terobosan terhadap museum-museum yang berada di bawah pengelolaannya. Salah satu terobosan yakni dengan mengkombinasikannya dengan teknologi digital saat ini.

“Sekarang ini di Museum Dharma Wiratama sudah dilengkapi teknologi multimedia. Target kami semua museum milik TNI AD berbasis multimedia supaya lebih kekinian dan untuk menarik pengunjung,” jelas Kepala Disjarahad Brigjen TNI Djashar Djamil di Yogyakarta.

Djashar menyebut, TNI AD sendiri memiliki lima museum besar yakni selain Museum Dharma Wiratama dan Museum Panglima Besar Jenderal Soedirman yang keduanya sama-sama berada di Yogya, masih ada Museum AH Nasution Menteng Jakarta dan Museum Jenderal A Yani di Jalan Lembang Jakarta. Kemudian Museum Pembela Tanah Air di Bogor.

“Selain itu ada pula 23 museum lainnya yang berada di bawah pengelolaan komando utama (kotama) itu juga akan dilengkapi teknologi berbasis multimedia. Nanti dilakukan secara bertahap,” ungkap jenderal bintang satu ini.

Djashar paham, langkah yang dilakukan pihaknya tersebut sebagai bentuk menjawab tantangan yang dihadapi museum-museum milik TNI AD. Tantangan terutama terkait minimnya jumlah pengunjung yang datang ke museum.

“Sekarang ini generasi muda mulai menurun minatnya untuk belajar sejarah. Salah satunya karena pengaruh era globalisasi juga. Padahal dengan belajar sejarah bisa membuat orang lebih arif dan bijaksana,” kata dia.

Rakernis yang digelar di Jogja dan berlangsung selama tiga hari merupakan agenda tahunan. Untuk tahun ini diikuti lebih dari 100 peserta yang berasal dari penyelenggara fungsi sejarah setiap komando utama (kotama). Tujuan dari rakernis ini untuk meningkatkan militansi dan semangat juang.

Sementara itu Kepala Bagian Pelaksana (Kabalak) Museum Monumen Pusat Disjarahad Kolonel Arm Hery Purwanto menyebut di Museum Dharma Wiratama saat ini sudah dilengkapi teknologi holodiorama yakni teknologi tiga dimensi dimana bisa membuat diorama bergerak seperti aslinya.

“Satu holodiorama tentang adegan pertempuran di Ambarawa sudah terpasang di sana. Kami pasang sejak satu bulan ini,” tandas Hery. KMP4


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gaet Pengunjung, Museum TNI AD Bakal Berbasis Multimedia "

Posting Komentar