Pelihara Kondisi Bangsa Kewajiban Semua Pihak




BANTUL (KMP) - Memelihara kondisi bangsa yang aman, nyama, dan damai merupakan kewajiban tiap-tiap warga negara. Untuk itu perlu diupayakan berbagai cara, termasuk mengembangkan diri demi kemajuan bangsa.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Riset Teknologi dan Perdidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof H Mohamad Nasir PhD Ak, Kamis (22/03/2018). Saat memberikan kuliah umum di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Nasir menuturkan, perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia sudah ada sejak dulu kala dan bukan alasan bagi tiap warga negara untuk mempermasalahkannya.

“Kita harus mampu memelihara kondisi bangsa Indonesia, termasuk memelihara perbedaan dan punya usaha memajukan bangsa ini. Apalagi dengan makin majunya teknologi, kita semua harus bisa menjadi pemain, turut berperan memajukan bangsa lewat kerja keras kerja cerdas,” ujarnya.

Terkait mutu perguruan tinggi di Indonesia, diakui Nasir masih kalah jauh dibandingkan dengan perguruan tinggi yang ada di Singapura dan Thailand. Salah satu indikator mutu yang masih kalah ialah kualitas riset perguruan tinggi di Indonesia.

“Kualitas riset kita masih sangat rendah, meski sudah menyerap banyak biaya. Kebanyakan riset di Indonesia hanyalah riset dasar. Riset terapan masih sangat kurang, apalagi riset yang inovatif. Karena itu kami bermaksud memetakan kembali riset di Indonesia,” imbuhnya.

Menurut Nasir, perlu adanya perubahan sistem riset perguruan tinggi. Ke depan, riset di Indonesia harus didekatkan dengan demand side dan harus memerhatikan betul market driver-nya. Selain riset, Kemenristekdikti juga mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi melalui akreditasi. Jumlah perguruan tinggi swasta yang mengantongi akreditasi institusi ‘A’ saat ini baru sembilan perguruan tinggi.

“Untuk mendorong lebih banyak lagi perguruan tinggi dengan akreditasi ‘A’, saya akan hilangkan dikotomi antara perguruan tinggi negeri dengan perguruan tinggi swasta. Ini harus dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengejar ketertinggalan kualitas perguruan tinggi kita dibandingkan perguruan tinggi lain di negara tetangga,” paparnya.

Rektor UAD Dr Kasiyarno MHum mengemukakan, UAD saat ini telah mengantongi akreditasi institusi ‘A’, sedangkan untuk program studi, hanya tinggal beberapa yang masih terakreditasi ‘C’. Di bidang riset, Kasiyarno mengatakan, UAD termasuk perguruan tinggi swasta yang menerima hibah penelitian paling banyak dari Kemenristekdikti.

“Pada 2017/2018 kami memperoleh dana hibah sebesar Rp6,247miliar dari Kemenristekdikti. Kami sendiri dari pihak unversitas juga mengucurkan dana penelitian sebesar Rp9miliar untuk penggiatan riset,” tandasnya. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pelihara Kondisi Bangsa Kewajiban Semua Pihak"

Posting Komentar