Alumni Ikut Miliki Tanggung Jawab Sosial


SLEMAN (KMP) - Persoalan penyebaran hoaks atau berita bohong sudah menjadi pergulatan kehidupan bangsa Indonesia sejak tiga tahun terakhir. Hal mendasar dalam mengatasi persoalan tersebut adalah kesadaran dan tanggung jawab sosial semua pihak, termasuk alumni dalam mewujudkan tata masyarakat yang semakin bermartabat.

“Hal ini sesuai dengan visi USD. Tentu hal ini tidak mudah ketika dikaitkan dengan kiprah profesi apoteker. Karena pihak universitas dalam taraf tertentu tidak mungkin lagi mempunyai kapasitas, legalitas, dan kemampuan dalam menentukan apa yang sebaiknya dilakukan apoteker di tengah masyarakat,” ujar Rektor USD Johanes Eka Priyatma MSc PhD.

Dalam Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XXXIV, Sabtu (07/04/2018) di Auditorium USD, Eka menuturkan, dalam era demokrasi modern saat ini, hoaks bahkan telah menemukan posisi, relevansi, dan nilai ekonomisnya. Hoaks di bidang kesehatan obat-obatan, serta suplemen pun sudah menjadi makanan kita setiap hari.

“Kami juga sadar sepenuhnya bahwa kiprah apoteker lulusan kami, yang baik maupun yang buruk, akan selalu berpengaruh terhadap reputasi USD di tengah masyarakat. Hal ini untuk sekian kalinya menyadarkan kami semua betapa besarnya tantangan pendidikan dewasa ini,” imbuhnya.

Menurut Eka, upaya mendampingi mahasiswa telah dilakukan USD agar tidak hanya kompeten secara akademik, tapi juga mempunyai kesadaran yang tinggi akan tanggung jawab sosialnya. “Karenanya, dalam kesempatan yang berharga ini, kami mengajak para apoteker yang sudah disumpah untuk semakin menyadari betapa besarnya pengaruh kiprah Anda terhadap reputasi dan nama baik USD,” ungkapnya.

Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker kali ini diikuti 93 lulusan Program Studi Profesi Apoteker. Dalam kesempatan tersebut, diumumkan pula lima lulusan yang mendapat penghargaan dari USD dan instansi luar karena prestasi yang telah ditorehkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DIY drg Pembajun Setyaningastutie MKes mengatakan, pembangunan kesehatan adalah investasi utama bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Pembangunan kesehatan kini lebih diarahkan pada upaya kesehatan yang bersifat promotif dan preventif.

Program Indonesia Sehat terdiri dari tiga pilar, yaitu Paradigma Sehat, Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional, Ketiganya merupakan strategi untuk menuju Indonesia Sehat. Dan pelayanan kefarmasian adalah bagian penting dari pelayanan kesehatan, bentuk pelayanan serta tanggung jawab langsung profesi kefarmasian dengan paradigma baru,” jelasnya. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Alumni Ikut Miliki Tanggung Jawab Sosial"

Posting Komentar