FK UAD Miliki Fokus Kesehatan Kebencanaan



YOGYA (KMP) - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi membuka Fakultas Kedokteran (FK) setelah berhasil memperoleh izin dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. FK UAD inipun telah menetapkan karakteristik sendiri yakni berfokus pada kesehatan kebencanaan.

Belum banyak FK yang memiliki kekhususan dalam mendidik mahasiswanya dalam penanganan bencana, bahkan mungkin belum ada. Padahal Indonesia adalah negara rawan bencana. Inilah alasan kami memilih kefokusan kebencanaan,” ujar Dekan FK UAD Prof Dr dr Rusdi Lamsudin SpS(K) MMed Sc di kampus setempat, Rabu (18/04/2018).

Rusdi menuturkan, Indonesia masih membutuhkan banyak tenaga medis dan paramedis untuk ikut berperan serta dalam penanganan bencana secara cepat dan tepat. Dan guna hal itu, FK UAD mencoba fokus untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi penanggulangan bencana di Indonesia dan penanganan kebencanaan, bahkan yang cakupannya bisa mendunia.

“Kami pun menggandeng Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dalam mengembangkan kurikulum kedokteran berbasis penanganan bencana. Kurikulum ini sudah selesai dan siap diterapkan,” imbuhnya.

Menurut Rusdi, kurikulum Pendidikan Kedokteran yang fokus pada kebencanaan milik FK UAD merupakan satu-satunya di Indonesia. Hal ini terbukti dari banyaknya Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang sudah menyatakan ingin menerapkan kurikulum yang sama di Fakultas Kedokteran mereka.

Kini, FK UAD pun telah mulai membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2018/2019 mendatang. Dengan biaya SPP Rp18.5juta-Rp19juta persemester, FK UAD telah menetapkan kuota 50 mahasiswa untuk angkatan pertamanya.

Kepala Program Studi Pendidikan Kedokteran FK UAD dr Junaidy Heriyanto SpBFinacs menambahkan, FK UAD telah siap dengan para dosen yang nanti akan mengajar. Bahkan di luar mata kuliah umum, telah dirancang satu dosen hanya bisa mengampu sekitar sepuluh mahasiswa dalam proses perkuliahan.

Kami saat ini memiliki sekitar 40 dosen yang terdiri dari dokter dan profesi yang akan mengampu mahasiswa. Semua fasilitas pun sudah terpenuhi. Kami berharap bisa menghasilkan tenaga medis yang Islami, berbudi pekerti dan handal,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor UAD Dr Kasiyarno MHum menjelaskan, proses pendirian FK UAD membutuhkan waktu cukup lama karena sudah dimulai pada 2015 lalu. Moratorium pendirian program studi (prodi) S1 dari Kemenristekdikti yang membuat proses perizinan FK UAD harus tertunda.

“Namun akhirnya setelah melalui proses visitasi sampai dua kali dan persiapan lainnya, tahun ini kami bisa membuka fakultas kedokteran. PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta pun telah bersedia menjadi teaching hospital kami dalam mengembangkan ketrampilan mahasiswa ke depan,” ungkapnya. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "FK UAD Miliki Fokus Kesehatan Kebencanaan"

Posting Komentar