Gerakan Kroyokan Sedekah, Suplai Makanan Minuman Gratis untuk 33 Masjid


MENGAJAK berbuat baik, tidak cukup hanya dengat lisan semata. Perbuatan nyata membiliki dampak yang jauh lebih mengena untuk mengajak orang lain agar mau turut serta. Joko Taruna, 38, telah membuktikannya melalui gerakan Kroyokan Sedekah.   

Awalnya, Joko memberikan sedekah di dua masjid yang ada di lingkungan tempat tinggalnya di Kampung Prancak, kawasan Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Dari sana, kini sebanyak 33 masjid se-DIY menjadi sasaran sedekah yang disalurkan setiap Jumat.

Aktivitas sedekah ini sudah dimulai sejak pukul 10.00 setiap Jumat. Warga dari berbagai kalangan mulai tukang becak, sopir maupun musafir satu per satu mengambil snack dan minuman untuk dibawa. Ada yang hanya mengambil untuk dikonsumsi sendiri, tapi ada juga yang mengambil untuk diantar ke masjid-masjid yang ada di sekitaran Kampus ISI Yogyakarta, Jalan Parangtritis, Bantul.

"Dua masjid di sekitar yakni Masjid Abdul Kadir Nur Wahdaniyah dan Masjid Kampus ISI memang kami prioritaskan. Sebab, dua masjid ini adalah cikal bakal saya dan rekan-rekan satu komunitas untuk bisa selalu bersedekah," ucap, Joko Taruno, Koordinator Kroyokan Sedekah.

Aktivitas sosial ini telag dijalani Joko Taruno sejak tiga tahun terakhir. Yang dilakukan cukup simpel, dengan menyediakan makanan ringan dan minuman ke masjid-masjid untuk nantinya dikonsumi usai Salat Jumat. Meski begitu, tidak semua mau meluangkan waktu bersusah payah melakukan aktivitas seperti ini.


Joko bercerita, aktivitas Kroyokan Sedekah awalnya dilakukan karena cemburu melihat orang lain berbuat baik. Ia semakin cemburu melihat ada pembagian makanan dan minuman gratis bagi jamaah Masjid Jogokaryan setiap setelah shalat Jumat.

"Saya cemburu kenapa orang lain bisa berbuat baik sementara saya tidak. Makanya saya juga ingin melakukan hal itu (membagikan makanan setiap salat Jumat) dengan gratis," katanya kepada Kabarmerahputih.net.

Joko beruntung karena di awal merintis Keroyokan Sedekah ia punya pengalaman sering menggelar pertunjukan. Dari sana, ia pun kerap sekali mendapatkan kerja sama dengan sebuah perusahaan teh kemasan. Dari sana ia bisa membagikan ratusan gelas teh kepada  jamaah di dua masjid sekitar rumahnya.

"Apa yang saya lakukan ini iseng saya share lewat medsos dan Alhamdulilah mendapat respon dari kawan-kawan hingga akhirnya mereka ikut terlibat dengan menyumbangkan teh. Dari semula ratusan teh, jumlahnya pun bertambah mencapai seribu gelas teh," paparnya.

"Terkadang sisa sehingga saya sebar ke masjid lainnya. Saya memegang prinsip ketiga mengajak orang lain bersedekah setidaknya dia mampu melakukan hal kebaikan. Uang sumbangan Rp 1.000 itu bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk sesuai keinginan para relawan," jelasnya.

Lambat laun aksi Kroyokan Sedekahnya menjadi besar. Bahkan pihak perusahaan teh tersebut mampu menyerahkan bantuan teh dengan ukuran berat apapun asalkan Joko menyediakan tempat air minum ukuran jumbo @10 liter. Tak hanya minuman teh yang disedakahkan, melainkanjuga makanan kepada jamaah salat Jumat.

"Lagi-lagi lewat medsos. Saya tawari siapa yang ingin sedekah dengan menyediakan snack akhirnya malah melimpah ruah. Alhamdulillah karena itu kami berkembang terus dengan setidaknya ada 33 masjid di DIY yang merasakan dampaknya termasuk bantuan bencana alam, longsor Ponorogo, termasuk terakhir di Cilacap," terangnya.

Dengan lebih dari 500 member Kroyokan Sedekah di facebook dan instagram, komunitas ini terus menerus berkembang. "Lewat Kroyokan Sedekah ini, pemberian makanan gratis juga dilakukan di tempat lain. Alhamdulillah kami juga membangun rumah di Gunungkidul dan Bantul termasuk dari Sulawesi juga memberikan sedekah mereka. Lalu saat Ramadan nanti ada pembagian 500 nasi dan 500 roti untuk diberikan ke masjid-masjid," paparnya.

Lebih lanjut Joko berharap apa yang dirintisnya saat ini terus berkembang. Bahkan pria kelahiran Jakarta yang sehari-hari bekerja sebagai penjual makanan bernama Songgobuwono tersebut sudah membuat surat wasiat.

"Dalam wasiat ini saya katakan bahwa meskipun nanti gerakan Kroyokan Sedekah mulai meredup namun gerakan sedekah tetap harus ada di dua masjid di sekitar tempat tinggal saya," pungkasnya. KMP2 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gerakan Kroyokan Sedekah, Suplai Makanan Minuman Gratis untuk 33 Masjid"

Posting Komentar