Perempuan Belum Terlibat dalam Revolusi Industri 4.0



SLEMAN (KMP) - Perempuan berkualitas sudah seharusnya mampu menempatkan dirinya dalam peran pentingnya, baik sebagai ibu maupun di ranah publik. Sayangnya, peran perempuan di era Revolusi Industri 4.0 ini belum banyak.

Hadirnya Revolusi Industri 4.0 seharusnya dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh kaum perempuan. Karena revolusi industri ini memiliki prospek yang menjanjikan bagi posisi perempuan sebagai bagian dari peradaban dunia. Meski memang masih ada tantangan bagi tenaga kerja profesional perempuan bekerja di dunia industri,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise, Senin (23/04).

Dalam Seminar Nasional Peran Perempuan dalam Mendidik Generasi Era Revolusi Industri 4.0 di UNY, Yohana menuturkan, berdasarkan dataBPS awal 2017,  hanya terdapat 30% pekerja perempuan di bidang industri sains, teknologi, engineering, dan matematik. Menurut UNESCO, rendahnya tingkat partisipasi pekerja perempuan di bidang industri disebabkan oleh persepsi lingkungan kerja di industri merupakan domain pekerja laki-laki.

Selain itu, masih banyak lulusan perempuan yang memperoleh gelar terkait industri sains, teknologi, engineering, dan matematik memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk mengejar karier di industri dibandingkan laki-laki. Di sinilah dibutuhkan peran perguruan tinggi dalam menggali potensi kaum perempuan agar menjadi lulusan yang kuat dan mampu menghadapi persaingan,” paparnya. 

Menteri Yohana menambahkan, selain berperan di ranah publik, perempuan juga harus bisa menjadi pendidik yang dapat mengajar dan membina anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, menjadi seorang ibu di Era Revolusi Industri 4.0 memiliki tantangan tersendiri.

Sebagai seorang ibu perlu membuka diri dan mau terus belajar mengikuti perubahan zaman yang tentunya diikuti dengan perubahan perilaku, karakter dan sikap anak-anak yang hidup di jaman ini. Saya berharap kaum perempuan sebagai pendidik generasi penerus mampu menerapkan nilai-nilai agama, kebaikan, dan moral dengan cara yang berbeda dengan jaman kita dahulu,” imbuhnya. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perempuan Belum Terlibat dalam Revolusi Industri 4.0"

Posting Komentar