Toto Junaidi, Buron Pemalsuan Surat Tanah TNI AD Diringkus di Srandakan


YOGYA (KMP) – Tim khusus gabungan Pusintelad dan Interlrem 072/Pamungkas berhasil meringkus Antonius Toto Junaidi Ridarto alias TJ, tersangka pemalsuan surat tanah milik TNI AD yang ditetapkan masuk daftar pencarian orang (DPO) oleh polisi.

Status DPO diberikan terhadap TJ setelah ia menghilang pasca putusan sidang praperadilan yang memengkan tergugat, yakni TNI AD. TJ diamankan dari sebuah rumah di Pondok Dk 1 RT 007 Desa Trimurti, Srandakan, Bantul, Selasa (17/4/2018) dini hari.

Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Muhamad Zamroni mengungkapkan, setelah mengetahui status TJ yang menjadi buron, iekemudian memerintahkan jajarannya untuk melakukan pencarian. Setelah dicari selama dua hari, TJ akhirnya berhasil diamankan di Bantul.

“Melalui sebuah operasi gabungan, saudara Toto Junaidi bisa diamankan di sebuah rumah di Srandakan, Bantul. Tadi malam. Saya bangga dan saya salut dengan kinerja aparat intelijen yang dengan sigap bisa segera menemukan saudara Toto Junaidi yang ditetapkan sebagai DPO,” ucap Danrem, Selasa siang.

Danrem mengungkapkan, ia sengaja menginstruksikan tim intel untuk melakukan pencarian terhadap TJ. Menurut Danrem, instruksi diberikan karena ia ingin menguji kemampuan anak buahnya. “Intel itu bisa mencari sasaran di dalam hutan, masak di kota saja tidak bisa,” katanya.

Setelah diamankan tim gabungan, selanjutnya tersangka diserahkan ke Bareskrim Mabes Polri yang menangani kasus pemalsuan surat tanah milik TNI AD di Jalan kaliurung Km 5,8.

Sementara Kasi Intel Korem 072/Pamungkas Kolonel Kav Wiratno SH mengaku, keberhasilan operasi pencarian buron Toto Junaidi karena tim telah menguasai medan. Selain itu, timnya juga memiliki data lengkap yang berkaitan dengan tersangka.

“Kami juga yakin sadara Toto Junaidi tidak akan jauh. Operasi ini sifatnya hanya membantu mempercepat penangkapan tersangka karena kasus yang melibatkan warga Condongcatur, Sleman ini sudah berlangsung cukup lama,” katanya.

Kombes Pol Surawan SIK menambahkan, proses hukum yang melibatkan tersangka sudah berlangsung cukup lama. Sempat mangkit dari panggilan penyidik, tersangka juga menghilang setelah kalah praperadilan. Karena itu, kepolidian memasukkan tersangka dalam DPO.

“Tersangka sempat mengajukan praperadilan tapi ditolak. Setelah itu, tersangka lari. Tersangka dijerat pasal 166 KUHP tentang keterangan palsu dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” tambahnya.

Sengketa lahan di Jl Kaliurang sendiri berlangsung cukup lama. TNI AD mengklaim kehilangan aset di kawasan itu selama 13 tahun. Lahan sengketa terdaftar dalam Inventaris Kekayaan Milik Negara (IKMN) No. Reg.  307320026 sejak tahun 1989. Persoalan mengemuka saat Lie Fong Moij mengklaim sebagai pemilik lahan dibuktikan dengan sertifikat No. SHM 11178 dan SHM 11179. Tanah dibelinya dari TJ sebesar Rp 11 miliar pada 2005.

TNI AD yang kalah di pengadilan enggan menyerah. Bersama tim penyidik Bareskrim Mabes Polri, tim Mabesad menemukan ada indikasi penyalahgunaan Letter C yang membuat TNI kehilangan aset. Hasil penyidikan tim Bareskrim akhirnya menetapkan TJ sebagai tersangka. KMP2

  


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Toto Junaidi, Buron Pemalsuan Surat Tanah TNI AD Diringkus di Srandakan"

Posting Komentar