Digugat PT Nonbar, Griya Persada Hotel & Resort Yogyakarta Pilih Berdamai


Tubagus Aria, Regional Director PT Nonbar sekaligus PT ISM, pemegang hak eksklusif siaran Piala Dunia Brasil. Foto: Ist

Kabarmerahputih.net – Manajemen Griye Persada Hotel & Resort Yogyakarta, satu dari empat hotel berbintang yang belum lama ini digugat perdata oleh PT Nonbar/PT Inter Sport Marketing (ISM) karena melanggar hak siar Piala Dunia 2014, memilih berdamai.

Keputusaan manajemen Griya Persada Hotel diambil di tengah proses persidangan yang masih berlangsung di Pengadilan Niaga Semarang. Kesepakatan damai ini diharapkan diikuti tiga hotel lain yakni, Cakra Kusuma Hotel Yogyakarta, Arjuna Hotel Yogyakarta dan Citi Hub Hotel Yogyakarta.

Menurut Regional Director PT Nonbar sekaligus PT ISM, Tubagus Aria, Griya Persada Hotel & Resort Yogyakarta memilih menempuh jalur mediasi saat proses hukum masih berjalan. Setelah tercapai kata sepakat untuk berdamai, pihaknya langsung menghentikan gugatan.

“Dengan kesepakatan damai yang sudah dicapai, maka Griya Persada Hotel & Resort Yogyakarta tidak lagi memiliki permasalahan hukum dengan PT Nonbar/PT ISM terkait hak siar Piala Dunia 2014 di Brasil,” ucap Aria, Selasa (29/05/2018).

Aria menyambut baik dan mengapresiasi kesepakatan damai yang telah tercapai antara kedua belah pihak sekaligus menjamin tidak akan ada gugatan pidana untuk hotel tersebut. Aria kembali menegaskan, bahwa legal standing PT Nonbar dan PT ISM selaku pemegang lisensi hak siaran Piala Dunia 2014, telah teruji baik di ranah pidana maupun perdata.

Fakta ini menjadi rujukan kuat bagi Griya Persada Hotel & Resort Yogyakarta serta puluhan hotel – hotel lain yang pernah memiliki permasalahan hukum dengan PT.Nonbar/PT.ISM namun saat ini telah berdamai.  “Lebih dari 10 gugatan perdata dimenangkan PT.Nonbar/PT.ISM. Kami menang baik di tingkat Kasasi Mahkamah Agung bahkan hingga PK. Dari sisi gugatan pidana, kami juga telah memenangkan gugatannya,” terang Aria.

Sebelumnya, terdapat 4 hotel yang diputus bersalah oleh majelis hakim dan dinyatakan melanggar Undang-undaang (UU) Hak Cipta berkaitan dengan penggunaan hak siar Piala Dunia 2014. Keempat hotel itu adalah Grand Zuri Hotel Yogyakarta, Merapi Merbabu Hotel Yogyakarta & Grand Artos Hotel Magelang.

Aria berharap, dengan adanya perdamaian ini dapat memunculkan kesadaran bagi Hotel – hotel lain yang hingga kini masih memiliki permasalahan hukum dengan PT Nonbar/PT ISM) agar menempuh jalan serupa. “Bagaimana pun berdamai dan mengakui kesalahan lebih baik daripada ngotot merasa benar,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Nonbar/PT ISM melayangkan ratusan somasi, melaporkan hingga menggugat hotel yang ada di DIY, Jawa Tengah, Bali dan Lombok terkait dugaan pelanggaran hak cipta dalam penggunaan konten tayangan siaran Piala Dunia 2014 di Brasil. Hotel-hotel itu dipersoalkan karena menggunakan konten siaran Piala Dunia 2014 tanpa seizin dari PT Nonbar/PT ISM selaku pemegang ekslusif konten tayangan siaran Piala Dunia Brasil di Indonesia. KMP2

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Digugat PT Nonbar, Griya Persada Hotel & Resort Yogyakarta Pilih Berdamai"

Posting Komentar