PT ISM Kembali Seret 4 Hotel Berbintang di DIY ke Pangadilan


Wahyu Priyanka SH MH, ketua tim kuasa hukum PT ISM/PT Nonbar. 4 hotel kembali diseret ke pengadilan karena konten siaran PD 2014 tanpa izin. Foto: Ist

SEMARANG (KMP) – Jatuhnya vonis bersalah terhadap beberapa hotel berbintang yang menayangkan siaran Piala Dunia 2014 di Brasil tanpa izin, ternyata belum cukup membuat hotel lain melunak. Terbukti, masih banyak hotel yang enggan menyelesaikan persoalan lewat jalur mediasi.

Kondisi ini membuat PT Inter Sport Marketing (ISM) kembali mengambil langkah tegas. Melalui tim kuasa hukumnya, Wahyu Priyanka Nata Permana SH MH, Boturani Adikasih SH, Adi Susanto SH, Avisena Dyatmaka SH M.Kn, Kurnia Budi Nugroho SH, Aloysius Fakriyanto SH, dan Rizky Ramadhan Baried SH MH, kembali menyeret 4 hotel berbintang di DIY ke meja hijau.

Empat hotel itu adalah Arjuna Hotel Yogyakarta di Jl Margo Utomo, Cakra Kusuma Hotel Yogyakarta di Jl Kaliurang Km 5,2 No.25, Griya Persada Convention Hotel & Resort di Jl Boyong No.99 Kaliurang Barat, dan Citihub Hotel Yogyakarta di Jl Affandi 8B.

Keempat hotel itu diseret ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Semaran karena telah menayangkan siaran Piala Dunia 2014 di Brasil tanpa izin dari PT ISM selaku pemegang hak siar di Indonesia atau PT Nonbar yang telah ditunjuk PT ISM.

“Hotel-hotel tersebut di areal komersil mereka telah memanfaatkan dan menayangkan siaran Piala Dunia Brasil tanpa ijin dari klien kami PT ISM atau PT Nonbar yang telah ditunjuk oleh PT ISM, dan menurut Undang-undang Hak Cipta dan Kekayaan Intelektual No. 28 Tahun 2014, perbuatan mereka dapat diduga sebagai pelanggaran hak cipta,” ucap Wahyu Priyanka, Jumat (4/5/2018)

Wahyu mengungkapkan, sebelumnya PT Nonbar yang telah ditunjuk oleh PT ISM melalui tim kuasa hukumnya telah beberapa kali melayangkan somasi kepada keempat hotel tersebut. Hal itu dilakukan agar ada penyelesaian lewat jalur non litigasi.

Namun upaya itu belum membuahkan hasil. Vonis majelis hakim di pengadilan yang sama terhadap empat hotel berbintang, yakni tiga hotel di DIY dan satu di Magelang, belum cukup untuk membuat keempat hotel yang diajukan ke pengadilan, mengakui kesalahannya.

Empat hotel yang sebelumnya dinyatakan bersalah adalah Ros In Hotel Yogyakarta, Grand Zuri Hotel Yogyakarta, Merapi Merbabu Hotel Yogyakarta, dan Grand Artos Hotel. Keempat hotel itu dihukum membayar ganti rugi masing-masing Rp 1 miliar.

“Sehingga sebagai bentuk perlindungan hukum atas hak yang diterima PT ISM dari FIFA maka kami harus mengajukan gugatan tersebut,” terang Wahyu.

Ia menjelaskan, nilai kerugian yang diajukan baik materil dan immateriil sebesar Rp. 215.863.750.000. Hal ini karena PT ISM telah membayar lisensi kepada FIFA sebesarUS$. 54.000.0000.

Ia menambahkan, meski gugatan telah resmi diajukan sejak akhir April lalu, namun pintu mediasi tetap terbuka. Ia juga berharap tercapai kesepakatan perdamaian dengan pihak lain yang saat ini masih dalam proses mediasi.

“Tapi kalau tidak, maka Kami berencana juga akan mengajukan gugatan terhadap pihak lainnya, seperti halnya yang sudah pernah dilakukan di Pengadilan Niaga Semarang dan Pengadilan Niaga Surabayam,” tegasnya. KMP2


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PT ISM Kembali Seret 4 Hotel Berbintang di DIY ke Pangadilan"

Posting Komentar