Pantau USBN Sekolah Inklusi, Forpi Kota Minta Disdik Perhatikan Ini


YOGYA (KMP) - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta melakukan pemantauan pelaksanaan ujian Sekolah Berstandar Nasional 9USBN) tingkat Sekolah dasar (SD). Pemantauan dilakukan di salah satu sekolah inklusi yakni SDN Giwangan.

FX Harry Cahya, Koordinator Forpi Kota Yogya mengatakan, di SDN Giwangan terdapat empat anak berkebutuhan khusus (ABK) yang mengikuti USBN. Mereka ditempatkan di ruang tersendiri dengan soal berbeda antara ABK satu dengan lainnya sesuai kemampuan masing-masing.

“Ada dua guru pendamping khusus (GPK) di sekolah yang kami pantau. Sehari-hari mereka menangani 17 ABK yang mengenyam pendidikan di SDN Giwangan,” ucap Harry Cahya seperti dilansir Wartahukum.id, Jumat (4/5/2018).

Dari hasil pantauan, kata Harry Cahya, Forpi mendorong Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk menmbah jumlah guru pendamping mengingat jumlahnya yang massih sangat terbatas. Secara keseluruhan di DIY hanya terdapat 132 GPK. Jumlah ini tidak seimbang dengan jumlah ABK yang yang harus dibimbing.

Forpi, kata dia, juga mendorong pihak sekolah agar tetap menerima ABK tanpa terkecuali karena DIY mulai tahun 2014 sudah mencanangkan diri sebagai Kota Inklusi dan pendidikan untuk semua tanpa membeda-bedakan.

“Kami juga mnerima aduan bagi masyarakat termasuk ABK yang mendapatkan perlakukan diskriminatif dalam pelayanan pendidikan. Aduan dapat disampaikan di Sekretariat Forpi Kota Yogyakarta, Komplek Balaikota, Jalan Kenari 56, Timoho, Yogyakarta,” katanya.

Sementara Kepala SDN Giwangan, Siyam Mardini menegaskan, pihaknya ingin lebih banyak melayani ABK. Namun pihaknya berharap hal itu dibarengi dengan penambahan fasilitas ruang, sarana prasarana serta jumlah GPK.

“Seharusnya hal-hal itu menjadi perhatian pemerintah daerah. Apalagi SDN Giwangan Kota Yogyakarta menjadi rujukan model sekolah inklusi sekaligus menjadi laboratorium sekolah yang ramah disabilitas,” katanya. KMP2



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pantau USBN Sekolah Inklusi, Forpi Kota Minta Disdik Perhatikan Ini"

Posting Komentar