Akhirnya, Perkara Penyelewengan ADD Banyurejo ke Penyidikan


Ilustrasi dana desa. Pengelolaan dana desa yang tidak sesuai masih banyak menimbulkan masalah. Ilustrasi by malukupost

Kabarmerahputih.net - Penanganan perkara dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) dan alokasi Dana Desa (ADD) yang dilakukan Ruswantara, Kepala Desa (Kades) Banyurejo, Tempel, Sleman segera menemui babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman segera menaikkan penanganan perkara itu ke tahap penyidikan.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sleman, Yulianta SH mengungkapkan, sejak penanganan perkara  berlangsung pihaknya telah meminta keterangan dari  sejumlah 13 saksi. Menurutnya, keterangan para saksi dinilai cukup untuk menaikkan status perkara tersebut.

“Kita segera tingkatkan penanganan perkara dugaan korupsi di desa Banyurejo ke tahap penyidikan, pada hari Kamis (28/6/2018) dan Jumat (29/6/2018) mendatang  yang bersangkutan akan kita panggil dalam kapasitasnya sebagai saksi. Belum ada tersangka,” kata Yulianta seperti dilansir wartakonstruksi.com.

Yulianta mengungkapkan, meski telah diperiksa sejumlah saksi, Kejari Sleman masih memerlukan keterangan saksi tambahan. ”Tinggal penambahan saksi dari luar yakni Kades lama, Inspektorat Sleman, jika belum cukup akan kita mintai keterangan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” jelas dia.

Dugaan korupsi keuangan negara ini bermula adanya temuan BPKP berkaitan pengelolaan DD dan ADD periode 2015- 2017 yang dikelola tanpa melalui pembukuan bendahara desa.

“Pengelolaan DD dan ADD mulai tahun 2015 hingga 2016 blank (kosong-red), tidak dibukukan dalam pembukuan bendahara desa, tidak ada bukti pemasukan dan pengeluaran, begitu juga di tahun 2017. Jumlahnya sih belum fix, sesuai perhitungan BPKP bisa mencapai  Rp 750 juta, kalau jumlah detail bisa mencapai  Rp 1 miliar,” jelasnya.

Sesuai regulasi,  semestinya dana tersebut ditransfer melalui rekening kas desa melalui bedahara. ”Menurut keterangan  selama periode 2015-2016 sebagian pencairan dana langsung di terima Kades tanpa melewati bendahara desa, Kita targetkan pertengahan Juli 2018 proses penyelidikan rampung,” tambahnya.

Kades Banyurejo, Ruswantara, ketika dikonfimasi mengaku belum mendapatkan kabar perihal perubahan pemeriksaan ke tahap penyidikan ini. “Belum ada mas, saya belum mengetahui perkembanganya,” akunya. (*)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Akhirnya, Perkara Penyelewengan ADD Banyurejo ke Penyidikan"

Posting Komentar