Pendidikan Indonesia Perlu Cakup 3 Dimensi Hidup



Pimpinan Pesantren Ilmu Kemanusiaan dan Kenegaraan (PeKIK) Indonesia Yudi Latif mengisi seri syawalan di Auditorium UNY, Jumat kemarin. Foto: Ratih K

Kabarmerahputih.net Pendidikan Indonesia perlu diterapkan menyeluruh, termasuk mencakup tiga dimensi hidup manusia. Ketiga dimensi tersebut ialah dimensi biologis, insaniah dan dimensi kolektivitas.
 
Hal ini diungkapkan oleh Pimpinan Pesantren Ilmu Kemanusiaan dan Kenegaraan (PeKiK-Indonesia) Yudi Latief PhD pada Jumat (22/6/2018) di Auditorium UNY. Dalam acara Syawalan 1439 H Keluarga Besar UNY Meningkatkan Ukhuwah untuk UNY Unggul’, Yudi menuturkan, jika pendidikan nasional bisa mencakup ketiga dimensi, maka Indonesia bisa menjadi bangsa yang unggul.

Pendidikan itu proses belajar menjadi manusia seutuhnya dari proses hidup itu sendiri dan dilakukan sepanjang hidup. Hidup manusia itu dasarnya juga bawaan kodrati, jadi kebutuhan dasar biologis manusia harus dipenuhi. Dalam pendidikan, dimensi biologi itu mendidik kecakapan fisik,” jelasnya.

Yudi menambahkan, dimensi biologis dalam pendidikan dapat berupa kemampuan akademik, hingga menghasilkan sesuatu yang bentunya nyata, seperti nilai yang baik. Namun hal itu bukan menjadi satu-satunya, karena pendidikan juga perlu mencakup dimensi insaniah. Dalam dimensi ini pendidikan harus bisa membentuk martabat manusia.

“Lewat proses pendidikan, kita harus bisa mencetak pribadi yang bisa menghargai martabatnya dan juga orang lain, mengetahui sisi etis manusia, keluarga, kebersamaan. Dalam hal ini, anak-anak didik harus dididik memiliki kepekaan nurani. Jangan hanya mendidik anak untuk merasa bisa, tapi juga harus bisa merasa,” tegasnya.

Dimensi selanjutnya, diungkapkan Yudi ialah dimensi kolektivitas atau kemampuan membangun jaringan. Dalam dimensi ini, pendidikan harus bisa mencetak manusia yang mampu bekerja sama, membangun berkeorganisasian. Menurutnya, kolektivitas bahkan sejak dulu telah menjadi kemampuan kodrati manusia.

Manusia yang dasarnya adalah makhluk inferior dalam semesta ini, justru menjadi makhluk yang bisa memiliki kekuatan untuk mengalahkan kekuatan makhluk hidup lainnya. Itu semua karena sistem pengorganisasian, semua orang bisa punya peran. Pada akhirnya keunggulan yang dimiliki bisa dibangun. Karena pada prinsipnya tidak ada bangsa yang bisa maju tanpa membangun jaringan kebersamaan,” imbuhnya. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pendidikan Indonesia Perlu Cakup 3 Dimensi Hidup"

Posting Komentar