Bantul Punya 200 PAMDes, Ini yang Dilakukan untuk Mengoptimalkannya


DPUPKP Bantul proaktif memfasilitasi optimalisasi penyediaan air bersih di wilayah kabupaten Bantul yang memiliki 200 PAMDes. Foto: Ist

Kabarmerahputih.net - Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan termasuk di Kabupaten Bantul. Tapi kenyataannya belum semua daerah terpenuhi kebutuhan air bersihnya, terutama daerah yang berada di kawasan sulit dijangkau.

Di sisi lain pemanfaatan air tanah yang berlangsung terus-menerus lambat laun akan berpengaruh terhadap ketersediaan air. Karenanya perlu antisipasi dengan baik karena ketersediaan air bersih di daerah ini terbilang aman hanya untuk jangka waktu lima tahun ke depan.

Sehingga pemanfaatan air tanah harus diperhitungkan lebih matang mengingat Kabupaten Bantul berada di daerah bawah. “Bantul itu daerahnya di bawah, jadi untuk pemanfaatannya harus dikaji lagi,” ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul, Bobot Arifi’aidin seperti dikutip Wartakonstruksi.com.

Menurut Bobot, sejauh ini belum seluruh wilayah di Kabupeten Bantul teraliri dengan air bersih. Meski jumlahnya tidak banyak, namun pemenuhan ketersediaan air bersih tetap harus dipenuhi. Apalagi selama ini pengelolaan air bersih belum tersinergi dengan baik.

Di banyak daerah di Bantul, kebutuhan air bersih masyarakat dipenuhi melalui PAM Desa. Di sisi lain, PDAM juga terus melakukan pengembangan. “Sementara ini masih jalan sendiri-sendiri. Kami ingin itu diintegrasikan, karena itu kami fasilitasi,” katanya.

Salah satu bentuk sinergi itu, kata Bobot, dapat dilakukan dengan tidak ikut mengelola wilayah yang telah memiliki pengelola sendiri. Contohnya, jika di satu wilayah kebutuhan air bersih dipenuhi melalui PAMDes maka, PDAM tidak perlu masuk ke wilayah tersebut. Demikian berlaku sebaliknya.

Tak cukup hanya itu, dibutuhkan keterlibatan stakeholder agar sinergitas ini berjalan baik. DPUPKP misalnya, kata dia, diberi kewenangan dalam hal pembinaan infrastruktur, kemudian lembaga lain di bidang kelembagaannya dan Dinas Kesehatan di bidang pemantauan kualitas air apakah memenuhi syarat atau tidak.

“Kalau tidak memenuhi syarat atau standar, maka apa intervensi yang harus dilakukan. Kami mencoba fasilitasi itu, dan dari PAMDes juga support. Sekarang sebenarnya sudah jalan tapi belum optimal,” terangnya.

Bobot menambahkan, nantinya sinergitas penyediaan air bersih akan dituangkan dalam bentuk peraturan seperti Peraturan Bupati (Perbup). Sehingga ada acuan yang jadi pegangan dalam pelaksanaannya. Terlebih karena PAMDes yang ada saat ini cukup banyak mencapai 200 lebih di seluruh wilayah Bantul. (*)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bantul Punya 200 PAMDes, Ini yang Dilakukan untuk Mengoptimalkannya"

Posting Komentar