Sambangi Sekolah, IAD Kejati DIY ‘Kampanye’ Bahaya Narkoba


IAD Kejati DIY mengampanyekan bahaya narkoba. Bersama tim Jaksa Masuk Sekolah (JMS) IAD mendatangi sekolah. Foto: Ist

Kabarmerahputih.net – Bukan rahasia lagi jika narkotika dan obat-obatan terlarang adalah musuh bersama. Penyalahgunaan narkoba yang sudah menyusup ke semua lapisan masyarakat, menuntut perhatian  dan partisipasi semua pihak untuk turut melakukan pencegahan.

Tak terkecuali Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD). Memanfaatkan rangkaian kegiatan dalam rangka hari jadi ke XVIII, IAD Kejati DIY mengajak pelajar untuk menjauhi narkoba. Ajakan disampaikan saat rombongan IAD mengunjungi SMAN 1 Teladan dan SMPN 11 Yogyakarta berbarengan dengan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

Ketua IAD Kejati DIY, Dyah Suryandari Rohan SH MH mengungkapkan, akibat yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba sangat besar terutama bagi generasi muda. Karena itu sebagai generasi penerus bangsa, pelajar harus terus didorong dan diingatkan agar tidak terjerumus jerat narkoba.

“Narkoba itu dampak yang ditimbulkannya sangat besar. Narkoba merusak mental. Kami mengajak para pelajar agar tidak terlibat narkoba,” ucap Dyah seperti dilansir Wartahukum.id.

IAD, lanjut Dyah, merasa terpanggil untuk turut mengingatkan karena IAD tidak rela generasi muda penerus bangsa ini rusak karena narkoba. “Kami tidak ingin generasi muda ini kehilangan masa depan karena terlibat penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati DIY, Kusuma Jaya Bulo SH MH mengungkapkan, kampanye pencegahan narkoba harus dilakukan secara massif terutama terhadap pelajar. Mengingat kasus narkoba yang melibatkan pelajar di DIY cukup tinggi.

Kasus-kasus itu banyak terjadi di Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Bantul. “Di tiga kabupaten ini kasus narkobanya cukup tinggi, termasuk kasus yang melibatkan pelajar. Bisa jadi karena populasinya banyak dan banyak juga pendatang yang sekolah di sini,” katanya.

Dia menjelaskan, kasus narkoba yang melibatkan pelajar bisa mencapai 10-20 persen. Kondisi ini jelas sangat mengkhawatirkan terutama karena Yogyakarta menyandang status sebgai Kota Pelajar. Karenanya, penyuluhan hukum seperti yang dilakukan melalui program JMS sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Selain tentang bahaya narkoba, JMS juga diisi sosialisasi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pemahaman tentang aturan ini diharapkan dapat mendorong para pelajar untuk lebih bijak dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. (*)




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sambangi Sekolah, IAD Kejati DIY ‘Kampanye’ Bahaya Narkoba"

Posting Komentar