2 Jaksa Kejari Sleman Dilaporkan ke Kejagung, Ini Penyebabnya


Kamal Firdaus SH menunjukkan berkas laporan terhadap 2 jaksa Kejari Sleman yang dituding merekayasa perkara pidana kliennya. Foto: KMP2

Kabarmerahputih.net – Dua jaksa pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman dilaporkan ke Kejaksaan Agung oleh kuasa hukum pelapor Roden Hengkeng Naung Tonggembio, Kamal Firdaus SH. Laporan dibuat karena kedua jaksa dituding telah melakukan pelanggaran surat dakwaan dan tuntutan terhadap kliennya.

Kedua jaksa yang dilaporkan adalah Hafidi SH MH, yang juga Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Sleman, serta Hanifa SH, jaksa pada Kejari Sleman. “Jaksanya ada 3, tapi kami melihat yang satu itu tidak punya peran apa-apa,” ucap Kamal Firdaus, belum lama ini.

Tidak hanya kepada Kejagung, keduanya juga dilaporkan ke Ketua Komisi III DPR RI, Menpan RB, Komnas HAM, Komisi Kejaksaan RI, Ombudsman RI, Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas), Kajati DIY, Jaksa Pengawas pada Kejati DIY, seta Kajari Sleman.

Sebagaimana kronologi kasus yang diterima Kabarmerahputi.net, perkara pidana dengan nomor 369/Pid.B/2017/PN.Smn di mana Roden Henagkeng menjadi terdakwa dilimpahkan oleh para terlapor ke PN Sleman pada 20 Juli 2017. Saat pelimpahan, para terlapor melampirkan surat dakwaan dengan nomor register perkara PDM:51/SLMN/Euh.2/07/2017.

Dalam surat dakwaan tanggal 20 Juli itu, terdapat 2 orang terdakwa yakni Roden Hengkeng dan Mark Christopher Robba. Pada 31 Juli perkara mulai disidangkan namun pelapor sebagai terdakwa tidak pernah diberi tahu, sehingga siding ditunda pada 7 Agustus dan ditunda lagi pada 14 Agustus 2017.

Pada 14 Agustus, sebelum para terlapor sebelum membacakan surat dakwaan PDM:51/SLMN/Euh.2/07/2017 tertanggal 20 Juli 2017, terlapor menyerahkan surat dakwaan kepada pelapor kemudian membacakan surat dakwaan dalam pesidangan yang terbuka untuk umum.

Pelapor sendiri baru menunjuk penasehat hukum pada 24 Agustus 2017. Dalam persidangan pad tanggal yang sama, penasehat hukum pelapor mengklarifikasi surat dakwaan yang dibacakan pada 14 Agustus dan dibenarkan oleh para terlapor.

Setelah penasehat hukum pelapor mengajukan eksepsi dakwaan pada 30 Agustus 2017, para terlapor menyampaikan repliek pada 6 September 2017. Kemudian pada sidang tanggal 13 September 2017, saat majelis hakim akan membacakan putusan sela para terlapor mengganti surat dakwaan yang baru denga nisi surat dakwaan, tanggal dan bulan yang berbeda-beda.

Surat dakwaan yang diberikan untuk pelapor dan majelis hakim berbeda dengan surat dakwaan yang dipegang para terlapor. Dalam surat dakwaan baru, terdakwa diubah dari semula dua orang menjadi hanya satu orang yaitu Roden Hengkeng. Terdakwa lain Mark Christiphor Robba dijadikan saksi.

Kesalahan ini diulangi para terlapor dalam membuat tuntutan. Di mana surat tuntutan yang dipegang pelapor, berbeda dengan surat tuntutan yang dipegang majelis hakim dan terlapor sendiri. “Ini ajaib, baru pertama kali terjadi, satu orang terdakwa ada tiga dakwaan dan tuntutan berbeda dalams atu perkara. Ini terjadi di Sleman,” ungkap Kamal.

Karenanya, ia meminta agar para terlapor diperiksa dan dijatuhi sanksi agar bekerja secara profesional dan tidak merekayasa perkara pidana terhadap diri pelapor. Roden Hengkeng merupakan terdakwa dalam kasus laporan palsu. Roden dijerat dengan pasal 220 KUHP dan dituntut hukuman 10 bulan kurungan. KMP2

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "2 Jaksa Kejari Sleman Dilaporkan ke Kejagung, Ini Penyebabnya"

Posting Komentar