Datangi Kemenkumham, Warga Jati Adukan Aktivitas Tambang Kube Sido Maju


Kabarmerahputih.net - Aktivitas pertambangan menggunakan alat berat oleh Kube Sido Maju di Galur, Kulonprogo membuat warga Padukuhan I Jati, Banaran, Galur resah. Selain keluar wilayah, aktivitas itu tidak disertai sosialisasi. Warga pun mengadukan nasibnya ke Kanwil Kemenkumham DIY.

Rabu (8/8/2018) siang, puluhan warga yang tergabung dalam kelompok penambang pasir tradisional Jati Kumoro mendatangi Kantor Kemenkumham dengan didampingi LKBH Pandawa.

Perwakilan Jati Kumoro, Supardiyono mengungkapkan, warga belum pernah mendapat pemberitahuan atau sosialisasi berkaitan rencana aktivitas penambangan pasir dengan menggunakan alat berat di wilayahnya.

“Kita menyampaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi di wilayah Padukuhan Jati, kaitannya dengan penambangan pasir dengan menggunakan alat berat berupa ‘bego’ oleh Kube Sido Maju. Kita  beraudiensi untuk bisa diadakan mediasi,” ungkap Supardiyono seperti dilansir Warta Konstruksi.

Supardiyono mengungkapkan, pengelola tambang memang telah mengantongi izin, namun beberapa lokasi tambang berada di luar wilayah izin usaha  pertambangan (WIUP) yang telah ditentukan. ”Lokasi penambangan Kube Sido Maju di Padukuhan Kujon Kidul, tapi kok malah memasuki wilayah Padukuhan  I Jati, tidak ada sosialisasi ataupun komunikasi dengan kami,” keluhnya.

Ia menjelaskan, sebenarnya Kube Sido Maju memasuki wilayah Padukuhan I Jati sejak satu tahun lalu. ”Saat itu, sekitar bulan Ramadan tahun 2017 ada rencana pemasangan patok di Dusun Jati, kemudian ditolak oleh warga, diulang kembali pada 12 Juli 2018 dengan mengerahkan sebanyak empat bego namun warga tetap menolak,” jelasnya.

Warga resah dan terancam mata pencahariannya. Penambangan pasir dengan alat berat menyebabkan pasir cepat habis, selain terancamnya lahan pertanian dan ternak warga. Warga menghendaki penambangan secara tradisional, sebagai sumber ekonomi rakyat keci.

Mohamad Novweni, Pelindung LKBH Pandawa mengungkapkan, pihaknya berharap dengan audiensi tersebut Kanwil Kemenkumham DIY bisa menjembatani warga dengan pengelola tambang sebelum melakukan upaya hukum.

“Kami selaku pendamping class action warga Jati berharap Kanwil Kemenkumham DIY dapat memediasi dan menfasilitasi dengan pihak penambang. Kalau tetap tidak terlaksana dan tidak ada kesepakatan maka kita akan melakukan upaya hukum di PTUN Yogyakarta,” tegasnya. (*)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Datangi Kemenkumham, Warga Jati Adukan Aktivitas Tambang Kube Sido Maju"

Posting Komentar