Diputus Bersalah, Eks Dirut BPR Tripilar Dihukum Ganti Rugi Rp29,1 M


Suasana sidang putusan perkara perdaya yang dilayangkan LPS terhadap eks dirut dan komisaris PT BPR Tripilar. Foto: KMP2
Kabarmerahputih.net – Sebagian gugatan yang dilayangkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terhadap mantan direktur dan komisaris BPR Tripilar Artha Jaya dikabulkan majelis hakim PN Yogyakarta. Para tergugat dihukum membayar ganti rugi sebesar Rp29,137 miliar.

Para tergugat dalam perkara ini adalah Bambang Wahyudi (mantan Dirut BPR Tripilar), Djungtjik Arsan (pemilik saham), Ova Amelia (pemilik saham) dan Abdul Nasir pengusaha yang juga suami Ova Amelia. Seluruh tergugat diharuskan membayar ganti rugi secara tanggung renteng

“Mengabulkan sebagian gugatan dari penggugat dan menghukum para tergugat 1-4  untuk membayar ganti rugi berupa kerugian materil sebesar Rp 29, 137 miliar secara tanggung renteng,” kata Heriyanti dalam sidang putusan, Rabu (1/8/2018).

Perkara ini bermula saat BPR Tripilar pada 2006 silam mengalami masalah keuangan dan hasil pemeriksaan Bank Indonesia menegaskan BPR Tripilar membahayakan kelangsungan usahanya sehingga izin usahanya dicabut.

BPR Tripilar diselamatkan LPS dengan membayar klaim penjaminan dana nasabah sebesar Rp 35 miliar. LPS kemudian membentuk tiga tim, terdiri dari tim likuidasi, tim verifikasi  dan tim audit investigasi. Hasilnya diketahui bahwa bank tersebut bermasalah karena ada penyaluran dana tanpa mekanisme kredit yang benar.

Tim LPS menemukan dana sebesar Rp 31 miliar dialirkan ke rekening perusahaan milik Abdul Nasir atau suami dari pemegang saham mayoritas BPR, Ova Amelia. LPS kemudian memint para komisaris, direktur dan pengusaha yang menerima dana untuk mengembalikan dana talangan yang telah dibayarkan.

Tapi, tidak ada satupun tergugat yang mau mengembalikan dana dengan alasan bank sudah ditutup. " Direkturnya sudah menjalani hukuman pidana. Tapi tetap kami minta bertanggungjawab. Sebab unsur pidana tidak serta merta menghilangkan tanggungjawab perdatanya," kata Irsyad Thamrin Sh MH, kuasa hukum LPS.

Irsyad mengaku puas dengan putusan hakim, namun ia mengaku masih akan mengonsultasikan putusan itu dengan kliennya. Mengingat, majelis hakim tidak mengabulkan permohonan sita jaminan yang diajukan. Ia khawatir, tanpa ada sita jaminan akan memicu pengalihan asset oleh para tergugat.

"Satu hal yang belum dikabulkan majelis hakim adalah sita jaminannya, sehingga ini akan kami konsultasikan lebih dulu dengan principal kami dari LPS. Jadi kami akan pikir-pikir dulu untuk itu," katanya.

Sahlan Alboneh SH, kuasa hukum tergugat Abdul Nasir dan Ova Amelia mengatakan, kecewa dengan putusan hakim. Menurut dia, kliennya Abdul Nasir tidak termasuk dalam struktur pengelola BPR. "Nasir tidak ada sangkut pautnya dengan perkara ini. Kami bersyukur majelis hakim tidak mengabulkan permohonan sita jaminan," katanya. KMP2


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Diputus Bersalah, Eks Dirut BPR Tripilar Dihukum Ganti Rugi Rp29,1 M"

Posting Komentar