DPC Ikadin Kota Yogya Gelar Simulasi e-Court


Suasana sosialisasi Perma 3 Tahun 2018 dan simulasi e-court kerjasama Ikadin Kota Yogya dan PN Yogyakarta. Foto: KMP2

Kabarmerahputih.net – DPC Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Kota Yogyakarta bekerjasama dengan PN Yogyakarta mengelar sosialisai Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 3 Tahun 2018 sekaligus simulasi e-court di Aula PN Yogya, Jumat (10/8/2018) siang.

Perma baru ini mengatur administrasi perkara di pengadilan secara elektronik. Selain advokat, sosialisasi dan simulasi e-court juga dihadiri puluhan mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi.

Ketua DPC Ikadin Kota Yogyakarta, Taufiqurrahman SH mengungkapkan, Ikadin menyambut baik keluarnya Perma nomor 3 Tahun 2018 sebagai awal yang baik untuk memenuhi tuntutan zaman sekaligus untuk keterbukaan pengadilan.

Melalui Perma ini, ke depan, acara apa pun yang dilakukan di pengadilan baik oleh advokat maupun pencari keadilan dapat diakses secara online. “Makanya kita sambut hal itu dan kita komunikasikan dengan Ketua PN. Kita sepakat bekerjasama dan kita selenggaran kegiatan hari ini,” ucap Taufiq.

Ia mengungkapkan, kegiatan Jumat siang tidak hanya sekadar sosialisasi Perma 3 Tahun 2018. Dalam kegiatan juga dilakukan simulasi penyelenggaraan administrasi perkara di pengadilan secara elektronik. “Karena ini hal baru sehingga perlu sosialisasi. Program ini secara bertahap akan bermetamorfosa untuk melakukan sistem peradilan secara elektronik,” terangnya.

Taufiq menjelaskan, sistem yang dibangun melalui Perma 3 Tahun 2018 memiliki banyak keuntungan. Salah satunya kepastian berperkara di pengadilan. Nantinya semua akan terbuka dan dapat diakses dengan satu aplikasi yang disediakan.

“Kalau selama ini masih bing bagaimana berperkara di pengadilan, berapa biaya dan semacamnya, takut oh jangan-jangan biaya perkaranya mahal ke depan tidak lagi. Semuanya terbuka dengan aplikasi. Di sana kita bisa lihat biaya perkara, kita bisa lihat perkara terlaksana atau tidak, bisa terlihat secara jelas,” jelasnya.

“Sering juga terjadi ada berapa pencari keadilan, sudah tunjuk advokat sudah berikan kuasa bahkan sudah bayar tapi perkaranya tidak jalan. Ada yang perkaranya tidak dikerjakan, kuasanya tidak dilaksanakan. Dengan sistem yang baru ini nanti si klien bisa lihat benar enggak sih perkaranya sudah sampai tahapan seperti yang disampaikan,” sambungnya.

Taufiq menambahkan, satu hal yang pasti dari sistem baru ini adalah potensi penyimpangan dari proses peradilan dapat diminimalisir. “Nanti semuanya semudah seperti pesan Go-Jek,” pungkasnya. (*)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "DPC Ikadin Kota Yogya Gelar Simulasi e-Court"

Posting Komentar