RM Jefferson Lanang: Kasus Penumping Penyerobotan Lahan


RM Jefferson Lanang menunjukkan surat kuasa dan bukti-bukti kepemilikan tanah di Penumping, Gowongan, Jetis. Foto: KMP2

Kabarmerahputih.net – Pemilik lahan di wilayah Penumping, Gowongan, Jetis, Kota Yogyakarta akhirnya buka suara setelah persoalan di kawasan itu kembali muncul ke permukaan. Pemilik lahan menegaskan, persoalan yang terjadi bukanlah sengketa lahan akan tetapi penyerobotan lahan.

Tak hanya itu, pihak pemilik lahan memastikan tidak ada sengketa lahan yang terjadi di Kawasan itu. Yang ada hanyalah sengketa subyek lahan antara ahli waris dan pihak lain yang juga mengaku sebagai ahli waris.

“Jadi bukan sengketa lahan, akan tetapi ada segelintir orang yang ingin memanfaatkan lahan itu untuk garasi dan menyerobot lahan untuk parkir. Kami tetap tegas, kalau mobil itu tidak keluar, laporkan,” ucap RM Jefferson Lanang Hadiwijoyo, kuasa pemilik lahan, Oco Darmowasito, Kamis (2/8/2018).


Jefferson menunjukkan persil lahan milik Oco Darmowasito yang berada 1,5 meter di luar pagar seng yang sudah dipasang. Foto: KMP2

Lanang, ia mendapat kuasa dari Oco untuk melakukan sosialisasi kepada warga maupun stakeholder di wilayah Jetis untuk pengamanan aset yang saat ini telah dipagari seng. Namun pemagaran terhenti karena ada beberapa oknum yang mengaku warga, namun faktanya sebagai pengelola parkir dan pemilik mobil.

Sebelumnya, kata dia, pihaknya telah melunak dengan bersedia memberikan kompensasi saat pertemuan yang difasilitasi Kapolsek Jetis. Kompensai diberikan untuk 12 kendaraan yang terparkir di area lahan. Masing-masing mobil diberi Rp1 juta sedangkan bedeng diganti Rp3 juta.

“Tadinya ada 12 unit mobil, sudah keluar 5 unit tinggal sisa 7 unit. Yang sudah menerima katanya mau dikembalikan, ya monggo kita tunggu pengembaliannya,” kata Lanang.

Ia juga menegaskan, Oco Darmowasito merupakan pemilik sah atas tanah seluas 3.119 m2 baik secara SHM maupun akta jual beli. Ia juga mengaku memiliki bukti otentik saat awal warga melakukan aksi solidaritas untuk orang yang mengaku sebagai ahli waris yang juga Ketua RW di wilayah tersebut.


Masih ada bebrapa kendaraan terparkir di dalam areal lahan yang sudah dipagari seng. Foto: KMP2

“Saya sudah bertemu dengan ahli waris resmi yang digugat. Ahli waris resmi bisa menunjukkan mana surat Handarbeni dan mana surat Garuda dan dia berani menunjukkan bahwa dia ahli waris resmi dari BPH Wiryonegoro yang warisnya jatuh kepada ibu Aminah, jatuh kepada bapak Mujiono, kemudian kepada bapak Dorojatun,” terangnya.

Dorojatun sebagai ahli waris kemudian menjual lahan kepada Theodorus Andi Rukminto. Saat itu, Andi sempat melakukan sosialisasi kepada warga namun terhenti saat ia tersandung kasus hukum. Oleh Andi, lahan dijual ke Bank Mitra Niaga. Dari bank inilah Oco Darmowasito membeli lahan.

“Pak Oco tidak tahu menahu kesepakatan yang sudah fix sebelumnya antara Andi Rukminto dan warga. Tapi kami intens baik dengan RW, warga terdampak dan warga di wilayah Penumping. Pak Oco juga sudah merealisasikan yang diminta warga, yaitu akses jalan 1,5 meter,” paparnya.

Dari pantauan di lapangan, di hampir sekeliling lahan telah dipagari dengan seng berjarak 1,5 meter dari rumah warga. Namun di dalam nya juga masih ada beberapa kendaraan roda empat yang terparkir. KMP2



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "RM Jefferson Lanang: Kasus Penumping Penyerobotan Lahan"

Posting Komentar