Medan Berat Tak Halangi Relawan UBL Distribusikan Bantuan di Lombok


Medan berat tak menghalangi tim relawan UBL mendistribusikan bantuan ke pedalaman Lombok. Foto: Ist

Kabarmerahputih.net – Gempa Lombok menyita perhatian masyarakat baik nasional maupun internasional. Uluran tangan terus mengalir untuk membantu warga yang menjadi korban. Universitas Budi Luhur (UBL) tak ketinggalan, turut ambil bagian membantu para korban.

Hal ini terlihat dari kegiatan yang dilakukan Tim Relawan Baksos Gempa Lombok Keluarga Besar Organisasi Mahasiswa (KBOM) UBL. Selama sepekan lebih, sejak tanggal 17 -25 tim relawan melakukan banyak kegiatan untuk membantu warga di pedalaman Lombok.

Berbagai kegiatan yang dilakukan seperti membantu ketersediaan bahan makanan dan obat-obatan, sampai dengan melakukan trauma healing kepada anak-anak Lombok yang menjadi korban gempa.

Tim relawan yang berjumlah sekitar 20 orang masuk dari Bali melalui penyeberangan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar Lombok. Tim relawan UBL sebenarnya fokus pada pelayanan kesehatan, pengobatan, perawatan luka serta pemberian logistik yang dilaksanakan di beberapa titik tempat terjadinya gempa bumi di NTB.


Tim relawan UBLsepenuh hati membantu korban gempa Lombok, NTB. Foto: Ist

Tidak mudah merealisasikan kegiatan di Lombok. Jalur pendistribusian yang cukup berat membuat tim relawan harus ekstra keras melakukan distribusi ke daerah-daerah terpencil. Butuh waktu dua hari untuk mendistribusi bantuan ke delapan dusun yakni Dusun Barumurmas, Seringgan, Besari, Sasegar, Sanbaro, Batu Ringgit, Kopong Sebangun dan Gunung Borok. Masing-masing dudun mendapat 50 paket bantuan.

Koordinator tim UBL, Hakam Aliniazi dari Makopala UBL didampingi oleh Farid Kepala Bagian Kemahasiswaan UBL mengungkapkan, tujuan dari dibentuknya tim ini adalah untuk meningkatkan taraf kesehatan korban terdampak bencana. Tim dari Budi Luhur secara intensif melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga terdampak gempa bumi.

“Kita juga langsung terjun ke masyarakat yang sama sekali belum mendapatkan penanganan medis terutama di pedalaman," ujarnya.


Tim relawan UBL dalam penyeberangan dari Pelabuhan Padangbai menuju Lombok. Selama sepekan lebih tim berada di Lombok mendistribuskan bantuan dan membantu korban gempa. Foto: Ist

Ketua Yayasan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro MBA mengungkapkan, sebagai universitas yang mempunyai visi “Cerdas dan Berbudi Luhur”, menjadi Pusat Studi Kebudiluhuran dengan memberikan pembekalan mengenai nilai-nilai kebudiluhuran, UBL terpanggil ambil bagian membantu korban gempa Lombok.

"UBL harus menjadi contoh bagi kampus-kampus lain. Duka yang kini dipikul saudara-saudara kita di Lombok dapat kita ringankan dengan memberikan bantuan, walaupun hanya dengan doa. Kami bangga dengan Tim Relawan Budi Luhur yang sangat antusias dalam menggalang dana hingga melakukan pemberangkatan untuk langsung berada di wilayah terdampak. Bukan hanya mendistribusikan bantuan berupa kebutuhan obat dan pangan, namun juga membantu merehabilitasi mental khususnya kepada anak-anak terdampak gempa," paparnya.

Hakam menambahkan, selama berada di Lombok, tim relawan sempat merasakan beberapa gempa susulan dari besaran gempa 3  hingga 6,5 SR yang berpusat di daerah Lombok Timur (BMKG). Namun proses pendistribusian tidak terganggu oleh adanya gempa dan tetap berjalan sesuai rencana. (*)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Medan Berat Tak Halangi Relawan UBL Distribusikan Bantuan di Lombok"

Posting Komentar