Syafii Efendi Ajak Anak Muda Aktif Berwirausaha


Syafii Efendi dan para guru berfoto bersama usai pemberian penghargaan sebelum seminar motivasi nasional di JEC, Sabtu. Foto: Sodik

Kabarmerahputih.net – Indonesia menghadapi masalah serius dalam mengubah cara pikir. Selama 3,5 abad dijajah Belanda, Indonesia didoktrin dengan paradigma yang salah dan masih bertahan hingga saat ini. Padahal, perubahan zaman menuntut perubahan mindset terutama pada generasi millennial.

Syafii Efendi, Trainer dan Motivator Muda Nomor Satu Indonesia mengungkapkan, generasi muda Indonesia memiliki 70-80 persen kekuatan terhadap ekonomi, budaya, maupun politik. Kekuatan ini menjadi potensi yang sangat besar dan tidak bisa diabaikan.

“Seluruh Capres itu harus menguasai millennial kalau dia mau menang. Karena generasi ini 70-80 persen kekuatan negeri ini,” ucap Syafii Efendi di sela seminar entrepreneurship bagi 1.500 pelajar di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Sabtu (11/8/2018).

Ia menegaskan, potensi anak muda Indonesia di bidang entrepreneurship sangat tinggi karena bisnis saat ini ada di tangan mereka. Dengan dukungan smartphone dan social media, mereka bisa terkoneksi dengan sumber daya baik barang, jasa, maupun informasi tanpa harus keluar rumah.

Dicontohkan, Alibaba memiliki program yang memungkinkan untuk memasukkan barang-barang murah China ke Indonesia. Hal itu menjadi contoh bagaimana bisnis connection bisa begitu muda digunakan. “Kita tidak sarankan impor. Hanya begitulah bisnis connection. Sehingga sekarang bukan soal tahu tidak tahu, tapi mau atau tidak mau,” tegasnya.


Syafii Efendi, Pengusaha, Trainer dan Motivator Muda No.1 Indonesia mengajak anak muda untuk aktif berwira usaha. Foto: Sodik

Anggota Youth Islamic Forum di Turki itu mengungkapkan, keterlibatan anak muda dalam dunia usaha tidak bisa ditawar lagi agar pemerataan bisa terjadi. Sebab, saat ini 50 persen asset bangsa justru dikuasai tidak sampai satu persen orang Indonesia. Karena itu, ia terus mengajak anak muda untuk aktif dalam kegiatan usaha.

Salah satu contoh konkretnya yang dapat dilakukan adalah seperti program success enterprise. Program melalui aplikasi handphone ini berfungsi untuk melakukan isi ulang pulsa tanpa harus pergi ke counter. Aplikasi ini diluncurkan untuk ikut bersaing memanfaatkan ‘kue’ pulsa yang cukup besar.

“Tidak banyak yang tahu Rp749 triliun uang habis untuk beli pulsa dan itu hanya dinikmati segelintir orang saja. Ini kue market yang sangat besar dan bisa diambil anak-anak muda generasi millennial,” tegasnya

Kendati begitu, ia mengakui masih ada kendala dalam mendorong lahirnya lebih banyak entrepreneur, terutama dari orang tua. Masih cukup banyak orang tua yang berpegang pada paradigma lama yang lebih senang anaknya bekerja sebagai pegawai daripada terjun di dunia usaha.

Karena itu pula, kata dia, ia membutuhkan anak-anak muda yang mau dan berani mengubah mindset seperti ini. “Kami punya visi menciptakan satu juta miliarder baru pada 2034 mendatang,” tegasnya.

Pengusaha muda yang mulai berbisnis sejak usia 18 tahun menambahkan, ada tiga hal penting yang harus dipegang pemimpin adab 21. Yakni berbicara harus dengan data, kemudian berpikir kritis, dan memberi solusi. “Bicara tidak boleh menghayal, harus berpikir kritis dan anak muda harus memberi solusi, tidak hanya menonton tapi melakukan sesuatu,” tegasnya.

Seminar dihadiri 1.500 pelajar tingkat SMA/SMK, badan eksekutif mahasiswa (BEM), perwakilan guru dan dosen serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan, serta Kepala Dinas Kota Yogyakarta. KMP2


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Syafii Efendi Ajak Anak Muda Aktif Berwirausaha"

Posting Komentar