Balai PISAMP Belum Punya Solusi Jitu Atasi Bau TPA Piyungan


Kabarmerahputih.net – Persoalan bau tak sedap dari TPA Piyungan yang dikeluhkan pengelola obyek wisata (Obwis) Puncak Sosok, sepertinya masih belum bisa teratasi dalam waktu dekat. Sebabnya, belum ada teknologi lebih efektif yang diterapkan di TPA tersebut.

Kepala Balai Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum Perkotaan (PISAMP) DIY, Agung Satrio mengungkapkan, ada dua problem pada TPA Piyungan. Selain overload, TPA itu juga kerap menimbulkan bau tak sedap. Karena itu, pihaknya hanya bisa menyiasati agar TPA tetap bisa menampung sampah, juga mengurangi bau yang ditimbulkan.

"Salah satu cara menghilangkan aroma itu ya ditutup tanah atau sanitary landfill. Caranya dengan meratakan sampah kemudian ditutupi dengan tanah. Namun, kalau hujan, meskipun ditutupi tanah, aromanya akan menguap," ucap Agung kemarin.

Menurut Agung, bau tak sedap dari sampah yang telah ditimbun tetap menguap karena pori-pori sampah yang tertutup tanah cukup besar, sehingga tanahnya meresap ke bagian bawah. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menutup sampah sampah yang sudah digelar dengan bio tekstil, sejenis membran khusus kemudian terakhir ditutupi dengan tanah.

Cara itu berfungsi agar tanah tidak langsung meresap atau hilang karena terkena air hujan. “Kalau sekarang, tanah yang meresap itu tidak tertutup kembali. Kalau musim hujan yang dikhawatirkan terkait lalat juga. Soalnya kalau musim hujan larva lalat banyak. Untuk mengendalikannya ya kita semprot saja," kata Agung.

Agung menjelaskan, dirinya belum mengetahui teknologi lain yang paling efektif untuk mengurangi bau tidak sedap itu selain dengan cara ditimbun. Sebagai operator pengolah sampah, Balai PISAMP, lanjut Agung, hanya melakukan aktivitas seperti biasa yakni hanya menimbun sampah.

Sesuai ketentuan, sampah yang dikirim ke TPA Piyungan adalah sampah yang telah dipilah terlebih dulu. "Yang dibuang di TPA itu residu, sudah dipilah di kabupaten/kota dan dimanfaatkan. Yang dipakai harusnya enggak dibuang di sana, tetapi kenyataannya banyak yang enggak gitu, yang dipilah pun dicampur jadi satu di TPA," pungkas Agung.

Anto (32), Warga Bawuran, Pleret, Bantul yang tinggal tidak jauh dari TPA Piyungan mengaku sejak lama terimbas dengan aroma tidak sedap itu. "Kalau anginnya ke arah sini, baunya sangat mengganggu. Apalagi kalau pas hujan," ucap Anto. Anto pun berharap bau yang sangat mengganggu itu bisa diminimalisir.


Sumber: Wartakonstruksi.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Balai PISAMP Belum Punya Solusi Jitu Atasi Bau TPA Piyungan"

Posting Komentar