Proyek Ini Sempat Bikin Jembatan Retak dan IPAL Tersumbat


Kabarmerahputih.net – Proses pekerjaan pembangunan perkuatan tebing Sungai Gajahwong (Kanggotan) Bantul tidak brjalan mulus. Proyek milik Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) ini sempat menimbulkan masalah. Jembatan menuju Dusun Wonokrono sempat dibuat retak dan saluran saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tersumbat.

Salah satu warga Kanggotan, Zuher As'ari mengakui, pekerjaan dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,5 miliar yang digarap CV Erlin SW memang sempat menimbulkan masalah. Alat berat yang melewati jembatan sempat membuat jembatan penghubung retak.

Tidak hanya itu, saluran IPAL juga sempat dibuat tersumbat. "Pembangunan talud itu membuat saluran IPAL mampet dan jembatan retak, efek dari alat berat yang lewat. Tapi sepertinya mulai diperbaiki 2 hari ini," ucap Zuher seperti dilansir wartakonstruksi.com

Hasil pantauan media ini di lokasi pembangunan, terlihat talud sudah selesai dikerjakan. Terlihat pula tiga orang pekerja sedang berkumpul di timur jembatan yang menghubungkan Dusun Wonokromo dengan Kanggotan. Mereka sedang menyemen salah satu dinding ujung pembatas jembatan. 

"Kami sedang memperbaiki jembatan. Sehingga jembatan ditutup sementara," ujar Sagino (40), salah satu pekerja. Sagino menerangkan, pihaknya akan menyelesaikan pekerjaan sebelum waktu yang dijadwalkan. Saat ini pengerjaan talud sudah pada tahap akhir.

"Tahap finishing ini sudah satu bulan. Panjang talud yang dibangun sekitar 450 meter. Pekerjaan lanca- lancar saja enggak ada kendala. Sesuai target," tegasnya.

Di bagian samping proyek terlihat lahan kosong yang lumayan lebar. Menurut Sagino, lahan itu rencananya akan dibuat jalan desa namun bukan CV Erlin yang akan menggarapnya. “Yang buat nanti dari desa, bukan kami,” katanya. (*)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Proyek Ini Sempat Bikin Jembatan Retak dan IPAL Tersumbat"

Posting Komentar