Faktor Pencemaran Lingkungan KJA Hanya 10%


 
Kabarmerahputih.net - Usaha Keramba Jaring Apung (KJA) selama ini selalu dikambinghitamkan untuk urusan pencemaran lingkungan. Keberadaan KJA di perairan tergenang dinilai penyebab utama kejadian matinya ikan secara massal.

“Padahal sudah banyak penelitian ilmiah yang menyatakan hal itu tidak benar. Bahkan KJA sebagai faktor pencemaran lingkungan hanya sebesar 10%, 90% lainnya karena berbagai faktor lain yang bahkan tanpa disadari justru turut merugikan usaha KJA. Misalnya, pembuangan limbah yang bermuara ke danau atau waduk,” ujar Sekretaris jenderal Masyarakat Akuakultur Indonesia Agung Sudaryono, Jumat (26/10/2018).

Di sela pelaksanaan Diskusi KJA di Hotel Grand Dafam Yogyakarta, Agung menuturkan, pakan ikan yang dituding sebagai penyebab pencemaran air, nyatanya bukan menjadi penyebab utama. Ke depannya, MAI pun menegaskan siap ditata dan dibina, sehingga KJA bisa lebih ramah lingkungan.

“Karena kami menyadari KJA memiliki potensi yang besar. Tak hanya yang bersangkutan dengan perekonomian dan penyerapan tenaga kerja saja, KJA juga memiliki potensi untuk mendukung sektor pariwisata. Hal ini sudah terlihat di waduk Gajah Mungkur di Wonogiri, Jawa Tengah,” paparnya.

Berbagai tuduhan pencemaran lingkungan pun diakui Agung telah menyebabkan kerugian bagi para pelaku usaha KJA. Hal ini mulai terasa sejak sejumlah pemerintah daerah melakukan kajian ulang untuk pengurangan jumlah KJA di waduk dan danau di wilayahnya masing-masing.

“Karena dampak ekonominya besar, pengurangan jumlah KJA cukup menimbulkan guncangan sosial ekonomi berupa pengangguran massal. Untuk itu, melalui diskusi ini, kami ingin menjelaskan dan membuka mata banyak pihak, kalau sebenarnya bukan kami penyebab pencemaran lingkungan tertinggi,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran Yudi Nurul Ihsan membenarkan kecilnya faktor KJA menjadi penyebab kematian ikan massal. Tuduhan tersebut bahkan dinilainya sangat merugikan akuakultur atau budaya perairan yang selama ini sudah berkembang di tengah masyarakat.

“Kematian massal ikan di danau atau waduk biasanya karena zat logam berat atau bisa pula kandungan amonia yang tinggi. Ini yang harus diketahui agar dilakukan penanganan yang komperhensif. Selain itu, untuk memajukan akuakultur perlu pula dukungan berupa kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah,” paparnya. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Faktor Pencemaran Lingkungan KJA Hanya 10%"

Posting Komentar