Duh, di Bantul Banyak Rumah Program BSPS Belum Layak


 Rumah milik Paniyem, salah satu penerima bantuan program BSPS, tidak memiliki ventilasi. Foto: Dok WK

Kabarmerahputih – Seperti di kabupaten lain di DIY, pekerjaan fisik pembangunan rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Bantul, juga selesai dilakukan. Kemarin, tim SNVT Peyediaan Perumahan bersama Tim TP4D Kejaksaan Tinggi melakukan peninjauan lokasi.

Secara keseluruhan ada tujuh rumah yang didatangi tim. Dari tujuh rumah itu, masih ada beberapa rumah yang belum selesai 100 persen. Ada pula yang sudah jadi namun dianggap belum layak karena minimnya ventilasi, bahkan ada pula yang tidak ada ventilasinya.

Terkait penghawaan atau ventilasinya kurang terdapat di rumah Paniyem, Sukamto, dan Ivan. "Apa di Desa Patalan ini warganya suka gelap-gelap dan pengap ya? Dari tadi banyak rumah yang penghawaannya kurang layak," ujar Agus Sugiharto dari tim TP4D Kejati DIY seperti dilansir wartakonstruksi.com.

Menurutnya, rumah yang layak harus memiliki pencahayaan dan penghawaan yang standar. Yakni harus ada ventilasinya udara dan jendela banyak, tidak hanya satu. Ia menyebut, di rumah Paniyem, penghawaan dan pencahayaannya sangatlah kurang. Di rumah itu, hanya ada satu jendela dan tidak ada ventilasi. 

Di rumah Sukamto, kata dia, selain ventilasi, rumah tersebut juga sangat disarankan untuk membuat pintu kamar mandi yang layak. Sebab, jika ada yang buang air, pasti akan terlihat dari arah belakang rumah. 

Sementara di rumah Ivan, bangunannya terlihat bagus, kokoh, dan penuh seni. Akan tetapi, Agus menganggap rumah itu juga kurang dari sisi penghawaan. Meskipun terlihat ada ventilasi, namun ventilasi tersebut tertutup sehingga tidak berfungsi sama sekali selain hanya sebagai aksesoris. 

"Rumahnya terlihat seni, tapi ventilasinya tertutup itu. Penghawaannya kurang, harus dibuka itu ventilasinya, apalagi jendelanya juga tertutup," pinta Agus.

Salah satu fasilitator lapangan, Adit menjelaskan, rumah-rumah tersebut memang kurang layak dari sisi penghawaan. Dia mengaku, pihaknya sudah menyosialisasikan terkait syarat-syarat rumah yang layak, namun praktik pembangunannya tergantung tukang yang mengerjakan.

"Kalau yang rumah Mbah Paniyem itu kami gak bisa memantau terus, karena kami juga memantau rumah yang lain. Biasanya yang datang ke rapat itu anaknya, karena Mbah Paniyem sudah tua. Yang memilih tukang ya anaknya dan hasilnya memang kurang bagus, ventilasinya tidak ada," kata Adit.

Di Desa Patalan terdapat 20 warga penerima bantuan program BSPS 2018. Mereka diberi bantuan sebanyak Rp 15 juta, rinciannya 12,5 juta untuk material dan 2,5 juta untuk ongkos tukang. Selebihnya, warga yang digarap secara swadaya. (*)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Duh, di Bantul Banyak Rumah Program BSPS Belum Layak"

Posting Komentar